Border Economic Summit Diselenggarakan di Kabupaten Bogor 

  • Whatsapp

Bogor – Border Economic Summit yang terselenggara di Royal Tulip, Gunung Geulis Resort, Kabupaten Bogor bertujuan untuk sinergi percepatan pembangunan di kawasan perbatasan.

BES ini menghadirkan 12 Kepala Daerah dari wilayah perbatasan Kabupaten/Kota, diantaranya, Kabupaten Bogor, Depok, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Lebak, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tangerang.

Hadir Menteri Perencanaan Nasional Republik Indonesia, Suharso Monoarfa, Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat, Uu Rizhanul Ulum, Wali Kota dan Bupati yang mewakili dari daerah perbatasan.

Bupati Bogor, Hj. Ade Yasin menuturkan tujuan digelarnya Border Economic Summit ini adalah untuk mewujudkan sinergitas dan kolaborasi dengan dukungan lintas sektoral sebagai percepatan ekonomi melalui integritas infrastruktur, pengembangan kawasan dan promosi investasi.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul mengatakan mendukung dan mengapresiasi BES ini. Namun yang menjadi kendala daerah perbatasan ialah kewenangan yang berbeda sementara masyarakat sangat inten dalam pengembangan.

“Jadi intinya harus ada komunikasi dan kolabarsi dan inovasi, sesuai dengan visi misi Jabar Juara lahi batin, inovasi dan kolaborasi, akan ada sebuah kekuatan, Jawa Barat potensi yang sangat luar biasa SDA maupun SDM, tidak lain kesejahteraan rakyat yang dipimpin. Perlu kebersamaan,”ujarnya.

Sementara, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menambahkan, koordinasi antar Kepala daerah di Provinsi Jawa Barat ini sangat signifikan mengenai langkah kedepan, sebab hal ini bisa menjadi solusi masing masing di daerah perbatasan.

“Memang harus keluar dari permasalahan yang ada, itu adalah kuncinya untuk menuntaskan permasalahan yang ada.”ujarnya.

Delapan fokus perioritas pembahasan yang jadi acuan dalam Border Summit tersebut antara lain, pembangunan jalan poros tengah timur (Kabupaten Cianjur dam Kabupaten Karawang), pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) pada simpul LRT (Kota Bogor), pengembangan kawasan berorientasi pada simpul kereta api (Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Depok), jalan khusus tambang (Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, Twin Geopark pongkor-Coletuh (Kabupaten Sukabumi), penanganan Daerah Aliran sungai Kali Bekasi (Kota  Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kota Depok), penghubung Tol Cimanggis-Cibitung (Kabupaten Bekasi serta pengedalian banjir di kawasan hulu (Kabupaten Bekasi)

(ton)

 

 

 


Pos terkait