SCG dan Akademi Sains Tiongkok Kerja Sama Teknologi dan Inovasi di Lima Bidang Industri

  • Whatsapp

Jakarta – Lembaga penelitian terkemuka di dunia, Akademi Sains Tiongkok (Chinese Academy of Science, CAS) bekerja sama dengan SCG melalui CAS Innovation Cooperation Center (Bangkok).

Kerjasama ini untuk mengembangkan dan berbagi pengetahuan di bidang teknologi dan inovasi dalam lima bidang industri, yakni Smart City, teknologi buatan (Artificial Intelligence, AI) terutama dalam machine learning dan robotika, bahan kimia bernilai tinggi, bisnis energi baru, serta lingkungan dan keberlanjutan.

Muat Lebih

SCG-CAS ICCB Innovation Hub didirikan pertama kalinya di Thailand guna mempromosikan transfer teknologi dan lisensi, lembaga penelitian dan pengembangan bersama, pengembangan sumber daya manusia dan investasi bersama.

Dengan tujuan untuk merangsang inovasi, meningkatkan daya saing dan mendorong inovasi di sektor jasa dan industri antara Thailand dan Cina, kerja sama ini diusung guna memenuhi kebutuhan pasar dan tren masa depan. Proyek awal ini bernilai lebih dari Rp200 miliar.

Presiden CEO SCG, Roongrote Rangsiyopash mengungkapkan, dalam rangka terus meningkatkan kapabilitas pihaknya memaksimalkan manfaat dari sharing pengetahuan.

SCG memiliki visi untuk menjalin kemitraan dengan lembaga dan organisasi terkemuka, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Kemitraan ini nantinya akan memungkinkan SCG untuk mengembangkan produk dan layanan dengan cepat dan efisien, memenuhi kebutuhan pelanggan di seluruh kawasan ASEAN.

Chinese Academy of Sciences (CAS) adalah Lembaga akademik terkemuka yang memainkan peran signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta telah memberikan kontribusi yang luar biasa atas pengembangan teknologi dan inovasi di Tiongkok. Oleh karena itu, SCG merasa antusias atas kerja sama yang telah dilakukan sejak tahun 2018 ini.

Tujuan kerjasama ini kata dia untuk mempercepat teknologi baru guna memenuhi kebutuhan pasar melalui beragam aktivitas seperti kunjungan pendidikan di lembaga penelitian dan perusahaan teknologi, inovasi dan eksplorasi teknologi yang sesuai dengan beragam permintaan, serta pembuktian konsep dan menguji inovasi seperti Sensor/IoT, pembangunan dan pabrik pintar, serta pengelolaan polusi udara.

Direktur CAS Innovation Cooperation Center (Bangkok), Dr. Jiang Biao, menambahkan, CAS ICCB adalah salah satu dari sembilan cabang CAS offshore yang memainkan peran penting dalam mengeksplor kemitraan dengan organisasi terkemuka di luar negeri untuk menunjukkan hasil karya ilmiah CAS. CAS terdiri dari lebih dari 100 lembaga penelitian dengan total sekitar 70.000 peneliti dan anggota tim, 800 jaringan peneliti senior, dan tiga afiliasi perguruan tinggi.

“Membahagiakan bagi kami, di mana kami telah mengembangkan platform yang dapat menghubungkan kami dengan SCG, organisasi yang memimpin ekosistem inovasi dan teknologi di Thailand dan ASEAN,”jelas Jiang Biao, Jakarta Rabu,  (13/11/2019)

Terdapat lima industri utama yang difokuskan dalam kerja sama ini
Smart City, seperti bangunan pintar, pengelolaan energi, AIl Machine learning dan robotik, Bahan kimia bernilai tinggi, Bisnis energi baru, seperti energi terbarukan, sistem penyimpanan energi, dan Lingkungan keberlanjutan. Industri-industri ini diharapkan memiliki potensi pertumbuhan tinggi yang dapat memenuhi beragam permintaan pelanggan di seluruh dunia dan berkontribusi pada pengembangan bisnis SCG di semua unit bisnis inti.

SCG berharap, kerja sama ini dapat mendukung kedua pihak untuk menghasilkan teknologi dan inovasi yang lebih baik lagi dalam menghasilkan rangkaian produk dan jasa yang inovatif.

Selain tanggap atas kebutuhan konsumen, kerja sama ini akan meningkatkan daya saing kedua belah pihak, serta membangun pertumbuhan yang berkelanjutan untuk unit bisnis utama SCG, serta memungkinkan SCG untuk menjelajahi kesempatan bisnis baru yang akan semakin menguatkan hubungan antara Thailand dan Tiongkok,”tutup Mr. Roongrote. (ikung) 

Pos terkait