LSM LINAP Temukan Tenaga Honorer Jabat Wakasek di SMAN 18 Bekasi

  • Whatsapp

Bekasi – LSM Lembaga Investigasi Anggaran Publik (Linap) menemukan salah satu Wakil Kepala Sekolah di SMA Negeri di Kota Bekasi dijabat oleh tenaga honorer.

“Ini aneh, aturan apa yang dipakai kepala sekolah itu. Guru PNS masih banyak, kok bisa dipakai tenaga honorer, ini ada apa?,” ujar ketua Umum LINAP Baskoro kepada teropongindonesiacom, Kamis (7/11/2019) di Jakarta.

Muat Lebih

“Ini administrasi yang sangat kacau, ini pasti ada apa-apanya. Kalau tidak, mana mungkin dia melakukan itu,” sebut Baskoro.

Menurutnya, dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan sudah diatur.

Salah satunya, minimal guru tersebut harus memiliki pengalaman kerja minimal lima tahun dan dari PNS.”Jangan ada politik dalam dunia pendidikan donk,” tegasnya.

Dilokasi berbeda, Wakasek Kesiswaan  SMAN 18 Kota Bekasi Endah Mudiarti saat ditemui membenarkan bahwa wakasek di sekolahnya seorang tenaga honorer.

“Alasannya, waktu itu kan sebelum sekolah ini terbentuk, sekolah kita kan masih gabung di SMAN 1 dan kurikulumnya juga berbeda, kemudian guru kurikulum SMAN 1 mengundurkan diri. Lalu stafnya yang maju sampai sekarang. Karena kita SDM nya kurang waktu itu.”kata dia dikonfirmasi Jumat, (8/11/2019).

Dia menuturkan, jabatan wakasek kurikulum oleh tenaga honorer ini sudah dijabat sejak tahun 2015 hingga saat ini.”Disini kan SDM masih kurang menghuni karena kemampuan kita disini engga bisa. Kurikulum itu jantungnya bang. PNS nya cuman 11 orang termasuk kepsek,”ujarnya.

“Aturannnya kan bisa, lah emang kenapa, yang penting kan punya kompeten. Dia emang jagonya, dia pintar, kita aja PNS salut. Coba kalau ga ada yang pintar, mau dibawa kemana sekolah ini.”tambah dia seraya tidak menjelaskan secara rinci aturan yang dimaksud.

Ia mengatakan pengangkatan tenaga honorer sebagai wakasek merupakan kebijakan dan hak prerogatif dari kepala sekolah yang berfungsi untuk membantu kepala sekolah.”Itu kebijakan Kepsek untuk memilih pembantunya, dan itu juga sudah diketahui oleh pengawas serta Dinas,”ucap dia.

Dia juga mengaku tidak mengetahui aturan tentang jabatan wakasek apakah harus apartur sipil negara (ASN) apa tidak.”Kalau soal aturan saya tidak tau bang, apakah wakasek itu harus dari ASN atau tidak karena masalahnya kita kekuarangan tenaga.”ucap Endah.

Senada dikatakan Fitri, tenaga honor di SMAN 18 kota Bekasi bahwa jabatan wakasek yang dijabat honorer sudah diketahui oleh pengawas (KCD) dan juga dinas.”Itu uda diketahui oleh KCD pak.”akuinya

Namun sayangnya, tenaga honorer yang menjabat wakasek yang dimaksud tidak bisa dimintai keterangan begitu juga dengan Kepsek SMAN 18 Kota Bekasi.”Kalau Wakaseknya lagi keluar. Pak”ujar Fitri. (ton).

Pos terkait