Komisi 3 DPRD Panggil Pelapor Pemenang Tender Proyek Revitasliasi Pasar Jati Asih

  • Whatsapp

Bekasi – Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi memanggil pelapor PT MSA, pemenang tender proyek revitalisasi pasar Jatiasih di ruang rapat Komisi 3 pada Kamis, (7/11/2019).

“Kami dipanggil untuk dimintai klarifikasi dan penjelasan soal permasalahan indikasi pungli dan gratifikasi proyek revitaslisasi pasar Jatiasih terhadap pedagang,”kata Ketua Umum IFC intan Sari Geny diruang rapat komisi 3 Kamis, (7/11/2019).

Muat Lebih

Hasil pertemuan tadi kata dia Intan, Komisi 3 menyampaikan akan memberhentikan segala bentuk aktififitas terhadap proyek revitalisasi yang dilakukan oleh pengembang dalam hal ini PT MSA dengan alasan masih dalam proses hukum.

“Tadi hasil pertemuan dengan dewan mereka bilang aktifitas revitalisasi pasar Jatiasih di pending sementara dulu karena masih proses hukum, “ujarnya.

“Mereka (komisi 3) tadi, sempat juga melontarkan perkataan akan meninndaklanjuti pansus 38 dan membuat rekomondasi ke Pemkot akan meninjau kembali pansus 38 serta membuat berita acaranya.”tambah perempuan berdarah minang ini.

Dia juga mempertanyakan hasil pansus 38 bisa dilanjutkan oleh dewan padahal kasus pasar Jatiasih sudah dilaporkan ke kepolisian dan sudah buming di publik.

“Jadi, hasil pansus 38 itu kita pertanyakan, kenapa bisa dilanjutkan sedangkan itu masih tahap proses hukum. Kenapa kita gak dipanggil? Kenapa tidak ada pengawasan dari pemerintah dan dewan sendiri.”tanya Intan.

Ya harusnya mereka memberhentikan segala aktifitas revitalisasi pasar Jatiasih yang dilakukan oleh PT. MSA ini, tapi bukan pedagangnya ya, tapi terkait revitalisasinya “jelas Intan.

Sementara, Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bekasi Abdul Muin Hafied menyampaiakan bahwa aktifitas proyek revitalisasi pasar Jatiasih harus di “Pending” terlebih dulu sementara lantaran ada dua hal yang krusial.

Pertama kata dia, terkait adanya persoalan MoU dan kedua terkait Perjanjian Kerjasama yang sampai sekarang belum juga selesai.

“Sementara ini kita minta Pemkot Bekasi Pending dulu terkait persoalan pasar Jatiasih yang sempat kisruh akibat adanya penarikan iuran sewa kios ke pedagang oleh pengembang,”kata dia.

Apalagi, sebelumnya persoalan revitalisaai pasar Jatiasih ini sempat terjadi kekesiruhan ke para pedagang akibat adanya penarikan iuran sewa kios yang dilakukan oleh PT MSA.

“Dalam komitmen MoU itu kan harusnya iurannya tidak ditarik dulu, tapi ini kan uda ditarik,” ia menjelaskan.

Pihaknya juga berencana akan memanggil pengembang, bagian hukum Pemkot Bekasi termasuk Dinas Perindag dan mantan Kadis Perindag.

Senada dikemukakan Ketua Komisi 1, Abdul Rojak bahwa pihaknya menginginkan semua proses investasi berjalan dengan baik di Kota Bekasi berjalan sesuak aturan.

“Dan persoalan pasar jatiasih, kami juga harus tahu bagaimana proses investasi pengelolaan pasar Jatiasih dan seperti apa proses lelangnya. Dan kami juga perlu croscek apakan si pengembang memiliki jaminan dana di Bank minimal 5 persen dari nilai proyek. “kata dia. (ton) 

Pos terkait