Generasi Milenial Peduli Energi Baru Terbarukan Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Akan Pentingnya Hemat Energi

  • Whatsapp

Jakarta – Menjadi perhatian dunia akan pengembangan dan pemanfaatan energi terbarukan tidak hanya menjadi perhatian di Indonesia tetapi telah menjadi perhatian dunia maka ini akan menjadi salah satu alasan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) rutin menggelar pameran dan konferensi di bidang energi terbarukan, Indo EBTKE ConEx 2019.

Bekerjasama dengan Dyandra Promosindo sebagai Profesional Exhibition Organizer (PEO) dalam penyelenggaraan Indo EBTKE ConEx 2019, pameran tahun ini kami berharap bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih hemat energi dan semakin sadar akan pentingnya energi terbarukan.

Muat Lebih

Pameran kali ini sangat menarik perhatian Generasi milenial denga hadirnya booth Young Renewable Energy Innovation, para mahasiswa menampilkan karya mereka terkait energi terbarukan.

Mereka juga diberi kesempatan untuk mempresentasikan karya mereka di mini stage area pameran Indo EBTKE ConEx 2019.

Terlihat saat hari pertama pameran Indo EBTKE ConEx 2019 sudah banyak dikunjungi mahasiswa dari berbagai universitas seperti Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, dan lainnya.

Kehadiran mereka diharapkan bisa memicu minat dan ketertarikan akan pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Survei Koaksi Indonesia bersama dengan Change.org menunjukkan generasi milenial setuju pentingnya energi terbarukan untuk menjaga kelangsungan alam dan dan lingkungan hidup.

Hasil survei tersebut juga menunjukkan generasi milenial optimis bahwa Indonesia mampu mengembangkan energi terbarukan.

“Pelibatan generasi muda dalam pengembangan energi terbarukan menjadi penting mengingat merekalah yang akan menjadi masa depan Indonesia, melalui kegiatan ini, Kami ingin memberikan keyakinan optimis kepada generasi milenial bahwa mereka akan menggenggam masa depan yang berkelanjutan,” ungkap Surya Darma, Ketua METI, JIExpoKemayoran, Jakarta Kamis (07/11/2019).

Pada pembukaan Indo EBTKE ConEx 2019 Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan hadir dan berbicara mengenai “Urban Regeneration and Transitioning to Low Carbon City” pada Plenary Session 2.

Ia menyatakan pembangunan di Jakarta saat ini difokuskan pada ajakan untuk menggunakan transportasi umum dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Hal ini diharapkan akan mengurangi emisi dan semakin membuat udara Jakarta menjadi lebih bersih dengan hadirnya, Trans Jakarta dan MRT, serta LRT yang masih dalam perencanaan, merupakan upaya DKI Jakarta menciptakan sistrem transportasi terintegrasi demi mengurangi emisi.

Dukungan Pemprov DKI Jakarta terhadap penyelenggaraan Indo EBTKE ConEx 2019 juga terlihat dari layanan rute Trans Jakarta dari Monas ke JIExpo, yang menjadi tempat penyelenggaraan Indo EBTKE ConEx 2019. Selama pameran berlangsung, Trans Jakarta membuka rute Monas – JIExpo setiap hari mulai pukul 06.00 WIB – 20.00 WIB.

“Pemprov DKI Jakarta menjadikan ajang Indo EBTKE ConEx 2019 sebagai sarana memberikan informasi mengenai program Pemprov DKI Jakarta menuju kota yang cerdas, rendah karbon, dan futuristik,”tambah Surya Darma.

Menariknya Investasi di Bidang Energi
Penyelenggaraan Indo EBTKE ConEx 2019 yang menghadirkan berbagai teknologi dan inovasi di bidang energi terbarukan juga diharapkan bisa menarik investor untuk mengembangkan energi terbarukan di Indonesia.

“Potensi pengembangan energi terbarukan di Indonesia demikian besar. Kami berharap melalui penyelenggaraan pameran ini, banyak investor yang tertarik untuk ikut mengembangkan energi terbarukan di Indonesia yang memang membutuh investasi yang cukup besar,”tambah Surya Darma.

Untuk lebih menarik investor, METI juga berharap adanya regulasi yang lebih mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia, terutama terkait investasi.

METI mendorong pemerintah untuk memfasilitasi pengembangan energi terbarukan melalui regulasi dan kebijakan-kebijakan yang memberikan kepastian kepada pengusaha dan investor di bidang energi terbarukan.

“Apabila investor mendapatkan kepastian terkait investasi mereka di bidang energi terbarukan, kami yakin target bauran energi sebesar 23% pada 2025 bisa terpenuhi. Ke depannya pengembangan energi terbarukan di Indonesia bisa berjalan dengan lebih baik dan ikut berkontribusi pada upaya-upaya mengurangi emisi dan jejak karbon di Indonesia dan dunia,”tutup Surya Darma. (evelyne). 

Pos terkait