Wali Kota Bekasi Bersama Jajaran Berkunjung ke Bali. Ini Tujuannya

  • Whatsapp

Bekasi – Pemkot Bekasi kembali melakukan pembelajaran ke daerah lain, kali ini berkunjung ke Kabupaten Badung, Provinsi Bali tepatnya ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Badung.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi diterima oleh Kepala Bapenda Kabupaten Badung, Provinsi Bali, I Made Sutama.

Kunjungan tersebut berkaitan dengan pembelajaran mengenai cara kerja Pajak Online, di Kabupaten Badung yang sudah menerapkan sistem, antara lain Tapping Box, Cash Register dan Web Service.

Kepala Bapenda Kabupaten Badung, I Made menjelaskan bahwa sistem aplikasi berbasis online di Kabupaten Badung menggunakan Tapping box, Web Service dan Cash Register.

Menurutnya, seiring dengan perkembangan aplikasi teknologi informasi serta dalam rangka penggunaan IT yang efektif dan efisien untuk optimalisasi penerimaan pajak daerah, maka pihaknya berdasarkan Perbup 56 Tahun 2013 Tentang Online System Pembayaran dan Pelaporan Transaksi Pajak Parkir, Pajak Hotel, Pajak Restoran Dan Pajak Hiburan, dalam monitoring transaksi pajak online melaksanankan pengembangan system Web Service.

“Sebelumnya kita hanya memanfaatkan Tapping Box yang fungsinya untuk memantau seluruh transaksi yang mengalir ke printer. Tapi itu tidak tepat untuk diterapkan pada WP hotel atau WP lainnya. Sebab tidak seluruh transaksi dilakukan cetak invoice melalui printer,”ungkapnya.

Biasanya kata dia hotel memiliki sistem informasi yang digunakan untuk melakukan administrasi proses bisnisnya dengan menggunakan basis data sebagai wadah untuk menampung seluruh data yang ada.

“Berlatar belakang hal itu kini kita memiliki alternatif terobosan penerapan Pajak Online berbasis Web Service  untuk menjawab hambatan tersebut.”sebutnya.

Jelasnya, Web Service adalah sebuah sistem software yang di desain untuk mendukung interoperabilitas interaksi mesin ke mesin melalui sebuah jaringan.

Data transaksi yang dicatat bukan berasal dari hasil print struk, melainkan diambil dari basis data penerimaan wajib pajak. Sedangkan tugas web service adalah mencatat semua transaksi penjualan wajib pajak, baik yang berasal dari customer maupun travel agent.

Dalam penerapan Web Service pada wajib pajak, diperlukan jaringan internet yang menghubungkan antara server Dispenda dengan Server Wajib Pajak. Pihak wajib pajak perlu membuka jaringan ke server Dispenda yang bertujuan untuk pengiriman data transaksi penjualan.

Sebelum penerapan system Web Service diakuinya bahwa pihaknya lebih dulu melakukan sosialisasi kepada wajib pajak dengan mengundang beberapa manager dan vendor.

Saat ini Sistem Monitoring Pajak Online berbasis Web Service diimplementasikan di Parkir Bandara Ngurah Rai yang dikelola oleh SBU (yang sebelumnya dimonitoring dengan 13 alat Tapping Box), Hotel Grand Ixora (telah diuji coba sejak tahun 2014) dan Hotel Ibis Dewi Sri yang menggunakan Sistem Perhotelan Rhapsody dari Realta.

Wali Kota berharap dalam kunjungan ini pihaknya bisa menerapkan sistem Tapping Box, Cash Register dan Web Service yang sudah dilakukan oleh Pemkab Bali.

“Di Bekasi, dapat dibilang banyak pemilik restoran yang bandel maka itu ia akan berikan sanksi dengan membuat Perda,”pungkasnya.

Diakuinya, untuk pelaporan wajib pajak di Kota Bekasi masih belum  online maka itu pihaknya ingin mencontoh Sistim WP aplikasi online di Bali dan berencana akan mengirim masing masing 1 pegawai untuk mempelajari sistem tapping box untuk restoran dan lainnya.

“Masing masing 1 pegawai dari Bappenda, 1 dari Diskominfostandi untuk dapat magang di Kabupaten Badung.nanti hasilnya akan diterapkan pada sistem pajak online di Kota Bekasi.”ucapnya (ton) 

Pos terkait