Museum Sri Baduga, Destinasi Wisata Sejarah Budaya Sunda di Kota Bandung

  • Whatsapp

Bandung – Museum Sri Baduga, yang terletak di Jalan BKR Nomor 185 Tegallega adalah salah satu destinasi wisata sejarah budaya di kota Bandung.  Museum yang didirikan pada tahun 1974 ini mengoleksi banyak benda yang berhubungan dengan sejarah Jawa Barat.

Sejarah geologi, perkakas, pakaian daerah serta sejarah masuknya pengaruh Islam, Kristen, Hindu, dan Budha di tanah Sunda. Museum Sri Baduga pada 1980 dikenal dengan nama Museum Negeri Jawa Barat. Tapi pada 1990 museum ini berganti nama menjadi Museum Negeri Provinsi Jawa Barat Sri Baduga.

Sri Baduga sendiri berasal dari nama seorang raja dari kerajaan Sunda yang bernama Sri Baduga. Paduka Sri Baduga berkuasa dari tahun 1482 hingga tahun 1521.

Dia merupakan raja yang membawa keagungan dan kemakmuran pada masa pemerintahannya. Pada masa pemerintahan beliau, ibu kota kerajaan dipindahkan dari Kawali Galuh ke Pakuan Pajajaran.

Museum Sri Baduga terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama berisi tentang sejarah geologi. Dimana terdapat replika gua Pawon. Gua Pawon sendiri terletak di Desa Gunung Masigit, Padalarang. Gua Pawon sempat menjadi buah bibir ketika ditemukan fosil manusia purba tengah meringkuk di tengah gua.

Selain sejarah geologi, di lantai satu ini juga terdapat perkakas-perkakas manusia purba pada zaman prasejarah. Salah satunya adalah kuburan berupa tempayan.

Diyakini pada zaman itu ketika ada yang meninggal, jenasahnya dimasukkan ke dalam tempayan beserta benda-benda yang dikenal dengan sebutan “bekal kubur”.

Bekal kubur ini dimaksudkan agar jenasah tidak mengalami “kesusahan” di alam sana karena sudah membawa bekal.  Ada juga sejarah tentang agama Budha beserta beberapa peninggalan dari masa kerajaan Hindu-Budha.

Menurut catatan sejarah, di tanah Sunda pernah berdiri kerajaan Hindu seperti kerajaan Tarumanegara, Pajajaran, dan Galuh Pakuan. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya arca dewa Siwa di sekitar Tasikmalaya. Lantai dua museum memamerkan kebudayaan dan kehidupan masa lalu.

Ada juga sejarah masuknya Islam dan berbagai kaligrafi seperti lukisan kaligrafi bergambar macan Ali. Macan Ali sendiri merupakan panji kesultanan Cirebon yang berbentuk Macan. Bentuk lukisan tersebut disusun dari kaligrafi kalimat sahadat.

Di sini dipamerkan juga berbagai pakaian. Seperti pakaian penjajah (Belanda) pada masa pra kemerdekaan, pakaian pengantin adat Sunda, pakaian pengantin adat Jawa, ruang kelas. Ada juga koleksi perabotan rumah seperti kursi, meja, lemari, dan rak dari masa lalu.

Sebagai tambahan, lambang dari setiap kota di Jawa Barat dipamerkan di sini. Ada juga bukti perebutan teh di masa pendudukan Belanda.  Lantai tiga museum memamerkan koleksi etnografis. Ada kecapi raksasa yang terbuat dari kuningan dengan kepala naga pada kedua sisinya.

Terdapat juga koleksi uang Jepang dan Belanda pada masa penjajahan dan koleksi uang rupiah sejak Indonesia merdeka. Terdapat pula mainan-mainan zaman dulu seperti beklen dan berbagai mainan lain. Di museum ini pula sering diadakan even-even kebudayaan seperti perlombaan tari Jaipong.

Dengan tiket masuk Rp3.000 museum Sri Baduga layak anda cantumkan dalam daftar destinasi ketika Anda berkunjung ke Bandung. (dec) 

Pos terkait