Masa Tahanan Mau Habis, PN Kota Bekasi Baru Kabulkan Penangguhan Tahanan. Kuasa Hukum: Ada apa?? 

  • Whatsapp

Bekasi – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Bekasi akhirnya menangguhkan penahanan terhadap terdakwa Acam Bin Mendung (79) atas kasus sengketa tanah seluas 1.600 M2 Senin, (14/10/2019).

Sidang dalam perkara pidana: 419/Pid.B/2019/PN Bks, Hakim berdalih bahwa  penangguhan tahanan ini selain karena melihat kondisi kesehatan terdakwa selama sidang berlangsung, juga karena pemohon selaku penjamin berjanji bahwa terdakwa tidak akan melarikan diri dari proses sidang.

Menurut BMS Situmorang selaku Kuasa Hukum Acam Bin Mendung bahwa penangguhan tahanan yang dikeluarkan oleh hakim sejak 14 Oktober 2019 ini sudah tidak diinginkan lagi lantaran  dari awal pihaknya sudah mengajukan penangguhan tahanan.

“Jadi, kita sudah tidak inginkan lagi penangguhan tahanan ini. Kenapa mau habis masa tahanannya baru disetujui. Ini ada apa?,” ungkap BMS Situmorang di PN Kota Bekasi.

Bahkan, majelis hakim meminta agar penetapan penangguhkan tahanan ini tidak disebarluaskan ke publik.”Sudah enga nyaman dia. Coba dari awal dia (mejelis) kabulkan esepsi kuasa hakum. toh itu hanya perdata sengketa tanah kok, karena majelis hakim menolak ini, ya harus nikmatin.” bebernya.

Katanya, batas penangguhan ini berlaku sejak tanggal 25 Juli sampai dengan 23 Agustus 2019 sedangkan perpanjangannya sejak 24 Agustus 2019 sampai dengan 22 Oktober 2019.

“Kalau habis perpanjangan 20 Oktober itu, maka bebas demi hukum. Itu kewenangan hakim untuk menahannya. Karena habis kewenangannya, maka hakim keluarkan ini, padahal sebelumnya putusan sela tak disetujui oleh hakim,”jelasnya.

Dia juga mengakui beberapa hari lalu pihaknya telah mengejar putusan sela untuk esepsi terhadap keberatan kuasa hukum namun panitera pengganti mengatakan putusan sela tersebut harus tertulis.

“Tadi kita uda ajukan putusan sela secara tertulis. Kita bilang salinan putusan sela itu penting untuk dijadikan lampiran permohonan atau pengaduan ke Mahkamah yudisial, pengawas muda Jamwas Kejagung, KPK” paparnya.

Dikeluarkanya penetapan penangguhan tahanan oleh pengadilan menurut BMS Situmorang bahwa itu sudah terlambat dan tidak ada nilainya bahkan menjadi pertayaan pihaknya.

“Artinya, itu hanya kepentingan hakim, karena mau habis masa putusannya.”ungkapnya.

Dirinya juga mendesak jaksa untuk menghadirkan saksi yang juga pelapor dalam hal ini Laurence M. Takke di persidangan.”Kita juga ingatkan jaksa untuk hadirkan saksi, sebab dia sudah beberapa kali mangkir.”tutupnya. (ton) 

 

 

 

 

 

Pos terkait