Kota Malang Adopsi Sistem Penerapan Aplikasi Angkot Online ke Bekasi

  • Whatsapp

Bekasi – Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, mengunjungi Kota Bekasi untuk mempelajari kesuksesan penerapan sistem aplikasi angkutan  Kota (Angkot) online di wilayah setempat.

“Sasaran awal study banding ini untuk mempelajari penerapan angkot online di Kota Bekasi untuk diadopsi oleh Kota Malang,”ujar Wasto, Sekretaris Daerah Kota Malang di Bekasi, Selasa (1/10/2019).

Katanya, bahwa Kota Malang sedang konsen dalam pengembangan bisnis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) salah satu terkait moda transportasi. Di Bekasi BUMD sudah sukses melaksanakan bisnis tersebut sehingga dia mengaku tertarik berguru ke Bekasi.

Dalam kunjungan tersebut Wasto, mengaku sudah testimoni dengan memesan angkot melalui aplikasi dan menaiki langsung. Hal tersebut dilakukan sebagai bahan simulasi.

“Saya sudah merasakan langsung mulai dari pesan, naik dan turun angkot menggunakan aplikasi. Dan kebetulan ada dua penumpang satu mahasiswa satu lagi pedagang sayur yang sempat diambil testimoninya,”ujar Wasto.

Dari testimoni singkat tersebut, Wasto mengakui banyak kelebihan yang didapat melalui aplikasi online yang diterapkan di Angkot. Pertama dari sisi waktu bisa terencana jadwal keberangkatan dan sampai bagi penumpang, kedua penumpang lebih hemat.

Begitu pun untuk supir angkotnya lebih menjanjikan mendapatkan penghasilan lebih dan pasti.

“Kota Malang kan banyak mahasiswanya. Tadi pas dalam angkot, mereka ngaku lebih hemat dengan melalui aplikasi angkot yang diterapkan di Kota Bekasi ini,”tandasnya seraya mengatakan akan membawa hasil kunjungan tersebut untuk dijelaskan ke supir angkot di Malang.

Menurutnya, pendapatan lebih  menjanjikan melalui aplikasi online karena jika supir bekerja selama 12 jam dapat intensif 50 ribu, belum jika mendapat penumpang 20 orang maka akan dapat tambahan.

“Saya salut Dishub terhadap Kota Bekasi, trayek yang di ujicoba melalui aplikasi online, itu sendiri trayek yang hampir mati hanya sisa tiga angkot saja. Setelah penerapan aplikasi ini trayek itu kembali menggeliat dan sudah ada 20-an angkutan yang beroperasi,”tukasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa di Kota Malang jumlah angkot ada sekitar 1667 dengan 19 trayek.”Saya sebagai pengambil kebijakan akan menerapkan sistem aplikasi untuk angkot di Kota Malang. Kita akan undang Organda Kota Bekasi ke Malang untuk sosialisasi ke rekan rekan supir angkota disana,”tambahnya.

Di Kota Malang sendiri untuk angkutan umum baru sebatas angkot dan belum memiliki moda transportasi semacam bus transpatriot. Untuk bus baru melayani angkutan anak sekolah dan untuk khusus penumpang pelajar akan digratiskan. (ton) 

Pos terkait