Komisi IV Akan Bahas Dalam Rapat Soal Obat yang Hilang di Gudang Farmasi

  • Whatsapp

Bekasi – Sekretaris komisi IV DPRD Kota Bekasi akan membahas dalam rapat terkait hilangnya puluhan jenis obat di gudang farmasi Dinas Kesehatan Kota Bekasi yang ditemukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Jawa Barat.

“Nanti kita bicarakan dengan teman-teman di komisi IV,” kata Hj. Evi kepada awak media Kamis, (17/10/19) menanggapi.

Evi menegaskan, pihaknya meminta kepada Dinas Kesehatan untuk segera melakukan penyesuaian laporan atas temuan BPK tersebut.

“Kalau karena faktor ketidaktelitian segera lakukan penyesuaian laporan dan dilakukan pengembalian,”ujarnya.

Sebelumnya, dikutip dari hasil laporan pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK) Jawa Barat Nomor 27A/LHP/XVIII.BDG/05/2019 tertanggal 22 Mei 2019, BPK menemukan beberapa jenis obat yang hilang di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

Dalam LHP BPK menyebutkan berdasarkan hasil cek fisik BPK ke Gudang Farmasi Dinas Kesehatan yang dilakukan bersama Inspektorat, Dinas Kesehatan dan Petugas Gudang Farmasi diketahui bahwa terdapat selisih kurang antara catatan kartu stock dibandingkan dengan sisa fisik obat dalam Gudang Farmasi Dinas Kesehatan.

Dari 89 jenis obat yang disampling diketahui sebanyak 32 jenis obat hilang diantaranya Tenofovir 300 mg, Retinol Vitamin A 200.000 IU Kaps lunak dan vaksin TD dengan nilai sebesar Rp31.500.835,00. Pihak gudang farmasi Dinas Kesehatan tidak dapat menjelaskan terhadap selisih kurang obat tersebut.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati saat diklarifikasi berdalih bahwasanya obat tersebut tidak hilang namun ada selisih pada saat penjumlahaan untuk pelaporan.

“Bukan hilang tapi ada selisih saat penjumlahan untuk laporan. Karena waktu itu waktunya singkat, harusnya kan kita mengklarifikasi dan mengevakuasi kembali seluruh laporan yang keluar dan masuk baik oleh gudang maupun puskesmas.” kata Tanti Senin, (14/10/19) kepada media. (ton)

Pos terkait