Kepsek SMAN 8 Kota Bekasi Ingin Menyeimbangkan Pendidikan Akademik dan Non Akademik

  • Whatsapp

Bekasi – Kepala SMAN 8 Kota Bekasi ingin menyeimbangkan pendidikan akademik dan non akdemik. Ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa-siswi di SMAN 8 yang berlokasi di Pekayon Jaya, Bekasi Selatan tersebut.

“Jadi kita dari sekolah sudah mempertimbangkannya meskipun  kebijakanya ada di Provinsi. Kita kan sifatnya hanya mengusulkan saja.”kata Kepala SMAN 8 Kota Bekasi Dedi Suryadi Senin, (21/10/2019) usai ditemui.

Muat Lebih

Menurutnya, guru hendaknya bukan hanya mengutamakan kemampuan non akademis seperti  kesenian, olah raga tetapi juga akademis yakni seperti membaca, menulis, dan berhitung.

“Jadi tidak ada lagi sekolah khusus olah raga atau sekolah atlet, tapi umum. bukan berarti kita meninggalkan olah raga, tetap kita akan bina dan kita pertahankan.”ujar Dedi.

Secara otomatis nantinya sekolahnya menjadi sekolah umum meskipun belum diajukan ke Dinas Pendidikan Pemprov Jawa Barat. Apalagi, SMAN 8 ini belum ada dasarnya hukumnya untuk menjadi sekolah atlet dari Pemprov Jawa Barat,”ungkapnya.

Dedi menyebut, adapun keuntungan sekolahnya untuk menjadi sekolah akademik adalah nilai rata rata ujian nasional akan lebih meningkat.

“Kalau nilai ujian meningkat, maka ranking sekolah kita juga naik, otomatis sekolah kita dilirik oleh perguruan tinggi, indeks sekolah kita naik bahkan akan berdampak pada penerimaan siswa melalui jalur SBMPTN “jelas dia.

Masyarakat lanjut dia juga berharap SMAN 8 Kota Bekasi dapat menjadi sekolah akademik walapun prosesnya memakan waktu yang lama.

“Sekarang orang tua itu kan pengen anaknya pintar dan diterima masuk di perguruan tinggi negeri,”ucap Dedi. (ton). 

Pos terkait