Dihujani Interupsi, Rapat Paripurna Alat Kelengkapan Dewan Memanas

  • Whatsapp

Bekasi – Rapat paripurna alat kelengkapan dewan (ADK) anggota DPRD kota bekasi dihujani interupsi dari sejumlah fraksi.

Ketua fraksi Golkar Persatuan Daryanto meminta pimpinan sidang agar meninjau ulang hasil rapat AKD. Hal diutarakan lantaran pembagian anggota AKD dinilai tidak profesional.

Daryanto mengungkapkan, berdasarkan input anggota Fraksi Golkar di Komisi I, II, III tidak dilakukan musyawarah untuk mufakat.

“Pimpinan sidang, kami minta agar hasil rapat ditinjau ulang karena mekanisme pengambilan keputusan tidak sesuai Tatib,”kata Daryanto. Jumat, (4/10/2019).

Interupsi lain juga disampaikan anggota DPRD Sholihin dari Fraksi Golkar Persatuan mengatakan bahwa pemilihan ini belum clear, contohnya di komisi III.

“Disitu kan (komisi III) tidak ada mufakat gimana ngambil keputusannya kalau tidak ada mufakat,” kata Solihin diruang rapat Paripurna.

Tak hanya itu, dia, juga mempertanyakan komitmen secara proposional yang dinilai kurang kordinasi.

Banyaknya interupsi yang dilontarkan dari fraksi membuat situasi memanas. Bahkan, beberapa fraksi terlibat adu argumentasi sehingga sidang di skors sementara.

Usai skorsing, rapat paripurna kembali dilanjutkan kembali. Ketua DPRD memberikan kesempatan kepada Wakil Ketua DPRD Imam Aminudin, sekaligus kordinator pemilihan komisi II  menyampaikan berita acara pemilihan susunan di Komisi II.

Aminunudin menyampaikan bahwa pemilihan di komisi II diambilnya musyawarah dan mufakat dan akhirnya disepakati pemilihan aklamasi.

“Sebelum keputusan aklamasi diambil terlebih dahulu setelah ditanya kepada masing masing anggota.” ungkapnya.

Interupsi lainnya juga dilontarkan Nuryadi Darmawan dari Fraksi PDI Perjuangan mengatakan, komisi III ini merupakan komisii Istimewa lantaran empat pimpinan DPRD ada di dalam rapat.

“Jadi apa yang disampaikan saudara Solihin keliru. Karena pada saat rapat saudara Solihin Wall Out kemudian disusul H. Edi,”Nuryadi menjelaskan.

Sehingga, lanjut Nuryadi dari lima Fraksi di komisi III diluar fraksi Golkar bersepakat menunjuk tiga nama.”Apakah itu bukan voting, kalau persoalan satu fraksi tidak adil, ada mekanisme lain tapi tidak mengganggu ruang rapat paripurna ini,”tegas.

Ia pun meminta kepada pimpinan DPRD untuk tetap melanjutkan rapat serta mengesahkannya sesuai dengan peraturan daerah. (ton). 

Pos terkait