Rencana Organda Kutip Retribusi Mendapat Reaksi dari Pengurus Bus

  • Whatsapp

Bekasi – Sikap Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bekasi yang berwacana memungut retribusi mendapat reaksi dari sejumlah Persatuan Pengurus Oto Bus Terminal (PPOT) Bekasi

Ketua PPOT Kota Bekasi Slamet Riyadi mengatakan, pihaknya  tidak menutup kemungkinan wacana organda untuk mengutip retribusi sebesar Rp3.000.

Muat Lebih

“Kita bukan menolak wacana organda, tapi ini diserahkan semua ke owner. Karena owner itu binaan organda,” kata Slamat usai rapat di Aula UPTD terminal Induk Bekasi yang dihadiri sekitar 20 pengurus PPOT. Kamis, (10/10/2019).

Kalau ada rekom dari owner soal wacana kutipan oleh organda kata Slamet, pihaknya selaku perwakilan PO yang wadahnya PPOT tinggal hanya mengikuti saja.

“Kalau Organda tetap memaksakan kehendak, Yah, kami juga tidak terima, kan gitu,”ujarnya.

Pastinya yang benar, menurut Slamet, Organda harus membuat suatu program yang jelas dan kemudian diajukan kepada owner atau pengusaha bus yang bunyinya wacana kutipan tersebut.

“Ya, Organda harus jelaskan, untuk apa kutipan itu. Tapi sampai saat ini belum ada,”tukasnya.

Sebelumnya lanjut Slamet, pihaknya bersama, organda dan Kepala Terminal sempat mengadakan pertemuan membahas soal wacana kutipan itu.

“Kan hasil rapat kemarin kami minta surat rekom owner oleh Organda. Tapi sampai sekarang belum ada,”ucapnya.

Menurutnya, soal wacana kutipan organda itu bukan hak dominan dari kepala terminal karena posisi kepala terminal hanya menfasilitasi pertemuan antara PPOT dengan Organda.

“Jadi sampai saat ini, saya bukan menutup-nutupi kemungkinan rencana organda soal kutipan itu. Katanya (organda) saya kan menggantung,Tidak. saya uda coba buka ruang seluas luasnya. Cuman kami mohon tolong bapak (organda) minta surat dari owner dulu. Gitu lho,” ujarnya.

READ  Demo di Depan Kantor BPN Berakhir Ricuh, Massa dan Polisi Sempat Terlibat Aksi Dorong

Dalam rapat ini, saya selaku ketua PPOT menanyakan pendapat kepada perwakilan PO bus tentang kutipan retribusi oleh organda, namun ternyata hasilnya semua pengurus menolak.

“Ya alasannya, mereka bukan anggota organda, dan hanya pekerja, pelaksana. Jadi tidak bisa mengamini kutipan itu. Yang benar itu, organda mintanya ke owner. Kalau disini dasar hukumnya apa.”jelasnya.

“Kalau tanggapan dari Kater subjektik, karena organda sebagai mitra Dishub, PPOT juga,”sambung dia.

Slamet menegaskan, selaku mitra, pihaknya tidak pernah menutup nutupi untuk organda.

“Tugas kami disini hanya sebagai bagian implementasi ke owner, kami pekerja. Kami hanya menjaga kenyamanan, kebersihan, karena itu tanggungjawab kami,” tutur Slamet.

Salah seorang Perwakilan PO Bus Primajasa mengungkapkan kurang setuju atas rencana kutipan oleh organda.

“Kalau soal kutipan itu kami kurang setuju soalnya kami bukan anggota organda,”katanya singkat. (ton).

Advertisement

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.