Tanah Negara Milik Kementrian PU Diduga Berpindah Tangan 

  • Whatsapp

Bekasi – Status tanah negara milik Pekerjaan Umum unit esselon I Dirjen Bina Marga satker BUMN PT Jasa Marga (Persero) Tbk seluas 13.500 meter persegi diduga telah berpindah tangan ke pihak yang tidak berhak.

Bahkan, tanah negara milik PT Jasa Marga yang saat ini dikuasai pihak lain, akibat status hukum yang tidak jelas. Demikian tegas Baskoro, Ketua Umum Lembaga Investigasi Anggaran Publik, (LSM LINAP) Senin, (23/9/2019) di kantornya.

Baskoro menyebut, salah satu tanah negara yang diduga tengah digunakan oleh pihak lain itu adalah PT Adhi Persada Gedung (APG), selaku pengembang apartemen Taman Sari Urban Sky yang berlokasi di Jalan Cikunir Raya Kelurahan Jaka Mulya Bekasi Selatan.

“Dulunya tanah negara yang saat ini bertansformasi menjadi pembangunan apartemen Taman Sari Urban Sky itu milik Kementerian PU, tapi sekarang kok bisa dibangun apartemen.” kata Baskoro heran.

Ironisnya lagi ungkap Baskoro waktu dikonfirmasi melalui surat, pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi menyebut bahwa, lahan tersebut tidak tercatatat atas nama PT Jasa Marga ataupun PT Adhi Persada Gedung (APG).

“Jadi, pertanyaanya lahan itu milik siapa? padahal sebelum ada apartemen, di lahan tersebut tertampang plang nama Kementerian PU,” jelas Baskoro.

Dia menilai maraknya aset tanah negara Kementerian PU yang diduga telah berpindah tangan dikarenakan kurangnya pengawasan.

“Bahkan kami menduga ada oknum yang bermain dibalik layar. Karena itu kami minta agar Tipikor dapat melirik kasus dugaan jual beli lahan milik pemerintah tersebut,” tegasnya.

Baskoro juga menilai BPN harus ikut bertanggungjawab. Karena tidak tertutup kemungkinan tanah negara akan habis terjual ke pengembang.

Dikonfirmasi, Kasubsi Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi Tatang Sukdayani mengatakan, dirinya sama sekali tidak mengetahui tanah negara yang diduga telah dikuasai oleh pengembang.

“Itu bukan dibidang saya Pak, tapi dibagian pengukuran. Jadi baiknya langsung saja ke bidang pengkuran. Sebab saya dibagian pengadaan tanah,” ujarnya usai ditemui di kantornya Senin,(23/9/2019) terpisah.

Kendati demikan, Tatang berjanji akan mengkrocek dan menelusuri tanah negara tersebut. “Nanti, saya kroscek dan telusuri kembali, sebab saya belum tahu sepenuhnya karena saya baru enam bulan menjabat disini. (ton) 

Pos terkait