Gelar Perkara Kasus Dugaan Penipuan Cek Kosong di Polres Metro Bekasi Kota

  • Whatsapp

Bekasi -Tim Reskrim Polres Metro Bekasi Kota melakukan gelar perkara kasus dugaan penipuan cek kosong sebesar Rp180 juta. Gelar perkara ini dihadiri dari Polda Metro Jaya, kuasa hukum pelapor namun tidak dihadiri oleh terlapor.

Menurut keterangan dari Sinta Lince L Gaol, Kuasa Hukum Norma Aritonang selaku pelapor mengungkapkan, gelar perkara ini hanya membicarakan sebatas meminta keterangan seputar kronologis terjadinya dugaan penipuan cek kosong yang dialami kliennya.

Muat Lebih

“Gelar perkara tadi, penyidik hanya meminta keterangan seputar kronologis kejadian, apakah materil sama formilnya terpenuhi apa tidak. Kok masih nanyakan materil sama formilnya doang?. Padahal kasus Ini sebelumnya sudah di BAP, “kata kuasa hukum pelapor Sinta Lince. L. Gaol kepada awak media saat ditemui di Polres Metro Bekasi Kota pada Selasa, (17/9/2019) usai gelar perkara.

Lanjut kuasa hukum, saat gelar perkara yang di mediasi oleh Polda Metro Jaya sempat menayakan apakah perkara ini sifatnya perjanjian pinjam meminjam apa perjanjian kerjasama. Karena kalau sifatnya perjanjian kerjasama berarti itu bagi hasil.

“Jadi kesannya kami lihat, mereka Ini terkesan akan menggiring kasus ini ke perdata, padahal Ini kasus pidana. Dan laporan kami juga pidana, bukan perdata.” ujar kuasa hukum heran.

“Kasus Ini merupakan tindak pidana dan sama sekali tidak bisa dialihkan ke ranah perdata. Kalau sudah ada tersangka berarti telah terjadi pidana, sehingga tak bisa ke perdata lagi karena terindikasi pidana.” ungkapmya.

Kuasa Hukum juga menyoroti kinerja penyidik Polres Metro Bekasi Kota yang hingga saat ini tidak melakukan penahanan terhadap pelaku padahal pelaku sudah ditetapkan jadi tersangka.

Yang anehnya lagi, beber kuasa hukum penyidik mengatakan akan mengeluarkan surat perintah pemberhentian perkara (SP3) terhadap pelaku dengan dalih tidak memenuhi unsur pidana.

“Dan apabila kasus Ini dihentikan, kami sudah siapkan materi untuk mengajukan pra peradilan terhadap Polres Metro Bekasi Kota. Untuk itu, kita meminta penyidik transparan, profesional dan jangan “main-main” atas kasus Ini.” ancam kuasa hukum.

Kuasa Hukum juga menambahkan, semestinya untuk menangani kasus ini, penyidik tidak mendapatkan kendala berarti. “Pasalnya, Ini soal cek kosong yang rugikan klien kami sebesar Rp180 juta. Ini pidana, pembuktiannya sangat mudah terpenuhi,”tambahnya.

Sekedar diketahui, kasus penipuan cek kosong Ini sudah dilaporkan oleh pelapor atas nama Norma Aritonang dengan No LP/847/K/IV/2018/SPKT/Restro Bekasi Kota tertanggal 23 April 2018 atas nama terlapor Paiyaman Tobing.

Hingga berita ini dipublikasikan belum ada keterangan resmi dari penyidik dan pelaku terkait hal ini. (ton)

Pos terkait