Mata Elang Bikin Resah, Sejumlah Massa Geruduk Kantor Leasing

  • Whatsapp

Bekasi – Lagi-lagi, Kantor leasing PT Andalan Finance Indonesia cabang Kota Bekasi yang berlokasi di Jalan Emerald Summarecon digeruduk sejumlah massa Senin, (16/9/2019).

Massa dari ormas Gibas Resort Kota Bekasi bermaksud memprotes perlakuan debt collector yang di sewa oleh perusahaan yang diduga telah mengambil paksa mobil salah satu anggota Gibas di tengah jalan. Padahal BPKB dan surat – surat mobil sudah komplit.

Muat Lebih

Wakil Ketua Ormas Gibas Resort Kota Bekasi Djumaidi mengatakan, terkait dugaan pengambilan paksa mobil salah satu anggota Gibas, pihaknya bersama pihak leasing PT Andalan sudah sepakat untuk memproses hal tersebut.

“Jadi kita tunggu hasil prosesnya dua hari ini. Kalau emang pihak leasing Andalan tidak memprosesnya, mengabaikan, kita akan hadir kembali, ” kata Djunaedi usai lakukan pertemuan denga pihak leasing.

Ungkap dia, kejadian Ini terulang kembali karena Matel PT Andalan diduga mengambil paksa mobil anggota Gibas. Padahal sudah jelas pesan dari Kapolri bahwa deb colektor tidak boleh mengambil paksa mobil di tengah jalan

Pihaknya juga sudah lakukan pengecekan ke Samsat dan ternyata BPKB tersebut asli dan tidak ada masalah.

Terkait kejadian itu, pihaknya sudah lakukan upaya hukum karena hal tersebut merusak tatanan leasing dan juga tatanan masyarakat. “Kita tetap lakukan upaya hukum,” tegasnya

Ditempat yang sama, Yoppy selaku Harian Menager Collection PT Andalan Finance Indonesia mengatakan bahwa, pengambilan unit tersebut sudah sesuai prosedur.

“Jadi tim kami ambil unit sudah sesuai dengan aturan main lantaran pemilik mobil sudah telat bayar angsuran dua tahun. namun mereka tunjukan ada BPKB lain, makanya kami lakukan negosiasi dan deal dua hari, kami akan cek keabsahan BPKB tersebut,” kata Yoppy dikonfirmasi.

READ  Tiga Pelaku Persekusi Siswi SMK di Bekasi Terancam 5 Tahun Penjara

Lanjut dia, terkait tuntutan yang diajukan ormas Gibas, pihaknya menyerahkan semuanya ke pihak kepolisian,” Jadi, kita serahkan semuanya ke polisi sebab itu bukan ranah kami, karena yang berhak mengecek keabsahan (BPKB) itu ada di ranah polisi,” ujar Yoppiy.

Dia juga menyanyangkan aksi ormas Gibas yang dianggap telah menganggu pelayanan.”Ya jelas, pelayana kita sangat terganggu atas aksi itu, Yah harusnya mereka datang secara kekeluargaan, kita juga akan layanin,” ucap Yoppiy. (ton) 

Advertisement

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.