Sosialisasi PP No 12 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah

  • Whatsapp

Bekasi – Pemkot Bekasi melalui Badan Keuangan Daerah memberikan Sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Rabu (11/9/2019) di aula Hotel dibilangan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Sosialisasi ini resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Hj. Reny Hendrawati dan diikuti unsur TAPD Kota Bekasi, para Kepala OPD, Inspektur Pembantu Wilayah, Auditor Inspektorat, serta seluruh pegawai ASN di lingkungan BPKAD.

Muat Lebih

Sebagai narasumber dalam sosialisasi ini diantaranya, Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Rizal Adi, Kasi Perencanaan Wilayah II A Kemendagri, Junianto Nugroho, Analis dan Evaluator pada subdit perencanaan anggaran daerah II Kemendagri, Rino Rio Kent Fungsional Analis Perencanaan Keuangan Daerah Kemendagri.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Supandi Budiman mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman untuk mengimplementasikan tahapan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019.

“Selain itu, untuk menghindari terjadinya kesalahan-kesalahan dalam rangka proses penyusunan dan penetapan APBD tahun anggaran 2020.,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris Daerah Kota Bekasi, mengatakan sosialisasi ini merupakan kegiatan yang cukup strategis karena PP ini akan dijadikan acuan penyusunan APBD 2020.

“Inilah yang menjadi tantangan daerah  kedepannya. Kita harus memahami aturan dan juklak, juknis sampai aplikasinya. Semua kelengkapan harus disiapkan. saat ini kita harus baik, benar dan bersih.” katanya.

Menurutnya, PP kemudian yang membuat daerah bingung atas munculnya acuan baru. Oleh karena itulah kegiatan ini dilakukan untuk menyamakan persepsi.

READ  Tercatat, Masih Ada 236,5 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Bekasi

“Kegiatan ini untuk menyamakan persepsi dengan harapan menjadi proses acuan yang nantinya dalam proses perencanaan APBD 2020 sesuai dengan aturan ketentuan yang berlaku, termasuk tentunya yang menjadi tantangan adalah belum terintegrasinya e-planning dan e-budgeting,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini cukup strategis sehingga dapat memberikan semangat bagi seluruh peserta. Dan yang terpenting, bagaimana proses penyusunan dan penganggaran APBD 2020 sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk menjawab permasalahan dan tuntutan masyarakat Kota Bekasi.

“Kita bersama selaku pelayan masyarakat memang dituntut untuk berubah dan memang harus berubah dengan perkembangan zaman hari ini. Tidak bisa kemudian kita masih terpaku tanpa terus mengupdate informasi dan teknologi yang tersedia, sebab pasti nanti kita akan tertinggal dengan daerah lain,” jelasnya.

Dirinya pun berharap kegiatan ini mampu meningkatkan performa selaku pelayan masyarakat. Inilah yang kemudian menjadi tantangan bagaimana menghadirkan APBD 2020 sesuai dengan tantangan zaman dan aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Semoga ilmu yang didapat hari ini menjadi kemanfaatan dan keberkahan bagi kita semuanya. khususnya menghantarkan Kota Bekasi melalui instrumen APBD menjadi Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera, dan Ihsan,” pungkasnya. (hms) 

Advertisement

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.