Kemendikbud Berharap KIAT Guru Jadi Role Model Pendidikan di Indonesia

  • Whatsapp

Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berharap agar Program Akuntabilitas dan Kenerja (KIAT) Guru bisa menjadi role model pendidikan di Indonesia.

Harapan Kemendikbud tersebut diutarakan oleh Eko Budi Hartono, Kepala Subdirektorat Kesejahteraan, Penghargaan dan Perlindungan, Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, pada saat menutup rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Kompetensi Pengawas Sekolah, Pelatih Daerah dan Fasilitator Masyarakat Dalam Program KIAT Guru Tahap Perluasan, yang berlangsung di REDTOP Hotel, Kl. Pecenongan No. 72, Jakarta, 18 – 24 Agustus 2019.

Muat Lebih

Dalam sambutannya, Eko menyebutkan, Program KIAT Guru tersebut bermula dari kebijakan pemerintah mengalokasikan 20%  APBN untuk pendidikan pada tahun 2009. Peningkatan anggaran untuk pendidikan tersebut dimaksudkan agar program pemerintah di bidang pendidikan bisa fokus pada upaya peningkatan kualitas capaian pendidikan dan pengurangan kesenjangan akses ke pendidikan yang berkualitas.

Upaya peningkatan kualitas pendidikan tersebut sudah tersirat juga dalam Undang – Undang No. 14/2005. Dengan UU No. 14 ini, pemerintah telah mampu meningkatkan kualifikasi dan kesejahteraan guru.

Namun demikian, kata Eko, capaian hasil pendidikan di daerah perdesaan, khususnya daerah 3T: Tertinggal, Terluar dan Terdepan justru lebih terpuruk.

Kenyataan itu lah yang melatar-belakangi lahirnya Program KIAT Guru.  Program Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) ini adalah kerja sama dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

“Program KIAT Guru ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar murid melalui pemberdayaan masyarakat dan pengaitan pembayaran tunjangan guru dengan kehadiran atau kualitas layanan guru,” terang Eko.

READ  Rombongan Itwasda Reformasi Biokrasi dari 34 Polda Se-Indonesia Kunjugi MPP BTC

Lebih lanjut Eko menjelaskan bahwa Program KIAT Guru Tahap Perluasan merupakan kelanjutan dari Program KIAT Guru Tahap Pra Rintisan tahun 2014 – 2016, Tahap Rintisan tahun 2016 – 2018. Untuk Tahap Pemantapan dan Perluasan akan dilaksanakan pada tahun 2019 – 2020.

Pada Tahap Pra Rintisan,Program KIAT Guru dilaksanakan di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Ketapang, Kabupaten Keerom dan Kabupaten Kaimana. Pada Tahap Rintisan dikembangkan lagi di 203 SD di Kabupaten Ketapang, Kabupaten Sintang, Kabupaten Landak, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai Timur. Pada Tahap Pemantapan dan Perluasan dikembangkan lagi di 410 SD yang tersebar di Kabupaten Ketapang, Sintang, Landak, Manggarai Barat dan Manggarai Timur.

Menurut Eko, Program KIAT Guru ini sangat terbuktu mampu mengurangi tingkat kemangkiran guru. Selain itu, KIAT Guru jugav sapat meningkatkan kualitas pendidikan di daerah 3T.

Keberhasilan KIAT Guru itu, kata Eko, tak terlepas dari peran pengawas sekolah.

“Ke depan, KIAT Guru ini akan dijadikan sebagai role model. Karena itu, pada tahap  perluasan ini, pengawas sekolah lah yang akan menjadi ujung tombak Program KIAT Guru,” tandas Eko.

Pihak Tim Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) juga turut menggapresiasi keberhasilan pengawas sekolah dalam menyukseskan KIAT Guru. Karena itu, Carolin Tupamahu, Lead Program Manager Program KIAT Guru, TNP2K, Setwapres RI. Carolin sangat berterima kasih kepada para pengawas sekolah yang telah berperan-serta dalam menyukseskan Program KIAT Guru.

Atas kesuksesan pengawas sekolah dalam menyukseskan Program KIAT Guru tersebut, Carolin pun memberikan penghargaan kepada Organesasi (Pengawas Sekolah Kabupaten Ketapang), Yohanes Baco Pairin (Pengawas Sekolah Kabupaten Landak), Minto (pengawas Kabupaten Sintang), Jehoni Kanisius (Pengawas Sekolah Manggarai Barat) dan Andrianus Mukyadi (Pengawas Sekolah Kabupaten Manggarai Timur).

READ  SHVR GROUND FESTIVAL 2019 Akan Segera Hadir Di ICE BSD Pada September Mendatang

Apresiasi yang sama disampaikan juga oleh pihak Waold Bank (Indonesia), terutama mengenai peran serta para Kader Desa dan Fasilitator Masyarakat dalam menyukseskan Program KIAT Guru.  tak lupa juga memberi apresiasi terhadap suksesnya Program KIAT Guru. Apresiasi dari Wold Bank disampaikan oleh  Dewi Susanti, Senior Social Development Specialist World Bank Indonesia.

“Keberhasilan Program KIAT Guru tentu saja tidak terlepas dari peran para Kader Desa dan Fasilitator Masyarakat,” ujar Dewi Susanti.

Dewi Susanti bahkan sangat berterima kasih kepada beberapa diantara Kader Desa  yang menjadi Fasilitator Masyarakat di tahap pemantapan dan perluasan KIAT Guru.

“Ke depan, semoga keterlibatan Kader Desa dapat ditingkatkan lagi,” harap Dewi Susanti.

Pada BIMTEK Tahap Perluasan ini, peserta dibagi menjadi dua kelas, yakni Kelas Besar yang pesertanya terdiri dari pengawas sekolah dan FML. Kelas Kecilnya adalah Kelas Pengawas dan Kelas FML.

Peserta BIMTEK perluasan ini terdiri dari lima kabupaten: Ketapang, Sintang, Landak, Manggarai Barat dan Manggarai Timur.

Fasilitator kegiatan di Kelas Pengawas adalah Koordinator Advokasi Daerah (KAD) masing-masing. Sedangkan fasilitator di Kelas FML adalah Pelaksana Lapangan (PL) masing-masing kabupaten. Kegiatan di Kelas Besar difasilitasi oleh Tim KIAT Guru Nasional.

Kelas Pengawas membahas Perluasan Mandiri. Pengawas sekolah yang akan menjadi fasilitator bagi sekolah/desa. Sedangkan Kelas FML membahas tahap perluasan dengan model pendampingan. FML yang akan nenjadi pendampingi sekolah/desa.

Adapun materi-matari yang disampaikan, antara lain, Sosialisasi Kabupaten, Test Cepat, Sosialisasi Desa, Pertemuan Janji Bersama, Pertemuan Rutin Bulanan (PRB), Evaluasi Desa.

Sepulang dari BIMTEK, Tim Daerah KIAT Guru dan pengawas sekolah akan melaksanakan kegiatan-kegiatan Perluasan KIAT Guru di tingkat kabupaten dan desa-sesa. (sk)

Advertisement

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.