21 Bus Transpatriot di Tes Drive Jelang Dioperasikan Pada 22 Agustus Mendatang 

  • Whatsapp

Bekasi – Tramspatriot, moda transportasi milik Pemerintah Kota Bekasi, sebanyak 21 armada akan diuji kelayakannya di ruas jalan Kota Bekasi jelang dioperasikan pada 22 Agustus 2019 mendatang.

Kadishub Kota Bekasi Dadang Ginanjar mengatakan, dalam waktu dekat 21 bus dalam kondisi prima untuk turun ke jalan. Namun demi keselamatan perlu dilakukan uji kelayakannya.

Muat Lebih

“Biar warga tau ada bus baru dari kementerian perhubungan untuk tambahan armada Transpatriot. Pada Rabu dan Kamis besok akan mulai mengaspal. Dan kita belum mulai menaikan penumpang hanya operasi kendaraan,” kata Dadang Ginanjar, Selasa, (13/8/2019).

Ia menambahkan ada 21 bus hibah yang diberikan Kementerian Perhubungan kepada Pemerintah Kota Bekasi. satu diantaranya dikhususkan untuk armada bus sekolah.

“Pengelola Ttanspatriot dalam hal ini PD Mitra Patriot mulai mengetes bus Ttanspatriot. Kita kerjasamakan dengan BUMD PD Mitra Patriot dan dengan pihak ketiga,” kata Dadang.

Lanjut dia, nantinya bus Transpatriot akan menambah  dua rute atau koridor. Koridor II melewati, trayek dari Wisma Asri, Bekasi Utara ke Sumber Arta, Pondokgede. koridor III adalah trayek dari Summarecon, Bekasi Utara ke Vida, Bantargebang.

Direktur Utama PDMP Kota Bekasi, Tubagus Hendra Suherman mengatakan, jelang pengoperasian 21 Bus Transpatriot, pihaknya akan menyiapkan titik Selter tempat turun dari naiknya penumpang di dua koridor.

“Sambil berjalan kita akan modifikasi selter-seler. Karena ini high bus kita perlu siapkan dengan baik dan akan kita siapkan jalur penyandang disabilitas,” kata Tubagus.

READ  M. Taha Resmi Dilantik Menjadi Pj Walikota Bekasi

Selaku operator Transpatriot, pihaknya masih mengkaji pemberlakuan tarif dibagi tarif bawah dan tarif dasar.

Sementara, Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani mengapresiasi pengoperasian Bus Transpatriot menggunakan basis digital dan dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Bahkan menurutnya bila program ini berhasil menjadi role model program di Kementerian Perhubungan.

“Menarik bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Bila ini berhasil jadi model program di kami. Selain itu bentuk kerjasama bisa dilakukan lebih mendalam termasuk media pemasangan iklan pihak swasta pada Bus Transpatriot. Mobil dikasih iklan, itu kami setuju. Dan perlu dipersiapkan Selter yang memadai untuk pengoperasian kedepan,” kata Ahmad Yani. (ton)

Advertisement

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.