September, Tarif Ojol Naik di Seluruh Wilayah

  • Whatsapp

Jakarta – Sejak Jumat kemarin, 9 Agustus 2019, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperluas pemberlakuan tarif ojek online (ojol) baru di 88 kota di Indonesia. Meski belum seluruh wilayah diterapkan, pemerintah menargetkan September ini ojol sudah bisa menerapkan tarif baru di seluruh wilayah yang ditetapkan.

Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani mengatakan, kenaikan tarif ojol kali ini merupakan tahap ketiga yang akan diterapkan di zona I, zona II dan zona III.

Muat Lebih

“Ini adalah tahap ketiga. Kurang lebih 88 kota/kabupaten yang tarifnya juga akan segera naik mulai tanggal 9 pukul 00.00 WIB,” kata Ahmad dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (8/8/2019).

Zona I yang dimaksud adalah Sumatera, Jawa, Bali kecuali Jabodetabek dengan batas tarif yang dikenakan sebesar Rp 1.850-Rp 2.300 per km dengan biaya minimal Rp 7.000-10.000. Zona II yakni wilayah Jabodetabek dengan tarif Rp 2.000-Rp 2.500 per km dengan biaya minimal Rp 8.000-Rp 10.000.

Adapun zona III adalah wilayah di Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan lainnya yang bertarif Rp 2.100-2.600 per km dengan biaya minimal Rp 7.000-Rp 10.000.

Pihaknya menjelaskan bahwa belum seluruh zona diterapkannya tarif ini karena teknis algoritma di masing-masing aplikator.

Dengan tambahan 88 wilayah baru ini, maka tarif ojol ini sudah disesuaikan di 123 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Salah satu aplikator penyedia ojol, Grab, menyebutkan pihaknya. akan menyesuaikan algoritma dan sistem lainnya sesuai dengan aturan pemerintah ini

“Kami akan menyesuaikan aspek teknologi, seperti algoritma dan GPS sesuai dengan skema tarif yang baru. Selain itu kami akan melakukan sosialisasi kepada mitra pengemudi kami,” kata Head of Public Affairs, Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/8/2019).

READ  Peringati Hari Anti Korupsi, Kejari Bekasi Bagi - Bagi Kaos dan Stiker ke Pengendara

Tarif ojol ini diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 tahun 2019. (tya) 

Advertisement

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.