Uang SAT Beratkan Orangtua Siswa, Komite: Itu Sudah Sesuai Permen 75 Tahun 2016

  • Whatsapp

Bekasi – Kendati pemerintah melarang sekolah mengutip pungutan kepada siswa, apapun alasannya, namun aturan tersebut dianggap angin lalu.

Pasalnya untuk mendapatkan rupiah di SMAN 14 Kota Bekasi siswa diwajibkan membayar sumbangan awal tahun (SAT) sebesar Rp 4 juta. Selain SAT, sekolah juga meminta iuran sekolah sebesar Rp300 ribu per bulan.

Muat Lebih

Pungutan dana SAT ini bagi sebagian wali murid siswa dinilai memberatkan.“Ada sebagian orang tua murid yang mengaku keberatan. Kalau ada SAT sampai Rp4 dan SPP sebesar Rp300.ribu,” ujar ST (45) salah seorang wali murid usai rapat sosialiasi program sekolah pada Minggu, (4/8/2019) kemarin.

ST juga mempertanyakan besaran dana tersebut sebab menurut dia besaran dana itu sangat memberatkan.” Jangankan bayar SAT dan SPP,  buat uang seragam sekolah aja kita uda pontang panting,” keluhnya.

Berbeda dengan Wali murid lainnya sebut saja Dawi (47 tahun) mengatakan, tidak setuju dengan besaran rincian dana SAT Rp4 juta yang disampaikan oleh pihak sekolah bersama komite.

Apalagi dana tersebut akan digunakan untuk membeli mobil operasional sekolah, AC, penambahan komputer dan juga untuk uang Pelantikan Calon Penegak (PCP).

“Jelas itu bukan urusan kami orangtua, kami keberatan, sebab sepengetahuan kami, untuk operasional sekolah sudah punya anggaran dari pemerintah ” ucap, warga Kaliabang Tengah Kecamatan Bekasi Utara ini.

Dia berharap, soal dana SAT tersebut seharusnya menjadi perhatian Dinas Pendidikan Jawa Barat.“Tidak semua orang tua siswa kondisi ekonominya mampu. Lagi pula sekolah anak kami ini juga sudah ditanggung oleh pemerintah,” harapnya.

READ  Launching Official Theme Song Meraih Bintang Asian Games 2018

Sementara, Komite SMAN 14 Kota Bekasi berinisial NN membenarkan sekolah memungut uang sumbangan awal tahun (SAT) tersebut. Tapi dia menolak dikatakan kalau dana SAT tersebut tidak disepakati orang tua.

“Mengenai dana SAT ini sudah disepakati semua stakeholder dari sekolah ini, dan finalnya rapat orang tua.” kata komite NN didampingi komite lainnya yakni inisial AS saat dikonfirmasi Selasa, (6/8/2019) usai ditemui.

Sebelum hal tersebut digulirkan, kata dia, sekolah telah menempuh musyawarah dengan mengundang para orang tua siswa. Namun, menganai besaran dana SAT hingga mencapai Rp4 juta ini kata dia lagi, sebenarnya harga tersebut bukan deal-deal an, tapi itu sebenarnya kita sudah punya dasar dan rinciannya semua.

“Yakni, mulai kegiatan, sarana prasarana dan lain sebagainya. Dan itu kemarian saat rapat orang tua sudah dijabarkan semua. Akhirnya kepala sekolah menetapkan dana SAT itu Rp3,5 juta kemudian yang Rp500 ratus untuk kegiatan lainnya. Maka ditetapkan jadi Rp4 juta dan iuran SPP Rp 300 ribu.”pungkasnya.

“Dana SAT yang diminta dari orang tua menurut kami lebih rendah dari SMA lainnya seperti, SMAN 4, SMAN 10, SMAN 1 dan SMAN 2.” sambungnya.

Kata dia, Dana SAT itu nantinya akan digunakan untuk kebutuhan dan program – progran sekolah yang belum tercover.

“Sumbangan yang kami lakukan sudah sesuai Permen 75 tahun 2016 bahwa diperbolehkan meminta sumbangan dari orang tua siswa maupun dari masyarakat. itu Dasar hukumnya, kita juga ada berita acaranya.” kilahnya.

Saat diminta bukti ril tanda persetujuan orang tua siswa, komite NN dan AS hanya bisa menunjukan bukti daftar absensi saat rapat. Karena menurutnya bahwa absensi tersebut sudah merupakan bukti tanda persetujuan orang tua siswa.

READ  4 Pejabat Pemkot Bekasi Dilantik

“Dan ini sudah kita laporkan dan sudah diketahui oleh Dinas Pendidikan Privinsi Jawa Barat.” ucapnya (yan)

Advertisement

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.