oleh

Bahas Merger, Disdik Adakan Pertemuan Dengan Komite dan Guru SDN X Kranji

Bekasi – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi mengadakan pertemuan dengan Kepala Sekolah, Komite, berserta perwakilan guru SDN Kranji X Kota Bekasi.

Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan tersebut membahas persoalan penggabungan (Merger) beberapa SDN yang akan akan dijadikan Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 52 Kota Bekasi yang sempat diprotes wali murid.

Kepala Dinas melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Kota Bekasi Sriyulinarti mengatakan, pertemuan tersebut membahas terkait merger beberapa sekolah untuk dijadikan USB SMPN 52 Kota Bekasi.

“Ahamdulillah, semua berjalan dengan baik. Mereka menerima usai kita berikan penjelasan alasan merger ini. jadi sudah clear semua. Tidak ada masalah.”ujar Sriyulinarti kepada awak media Jumat, (5/07/2019) di ruang rapat Disdik.

Dikatakannya, merger sekolah dianggap penting agar lebih efektif, baik dari aspek guru pengajar, anggaran, maupun dari aspek kuantitas sarana prasarana yang tersedia.

“Untuk meningkatkan mutu, pihaknya perlu melakukan penataan kembali pada sejumlah sekolah yang ada dalam satu kompleks.” jelas dia.

Penataan ini lanjut dia akan difokuskan pada beberapa sekolah yang berada satu lingkungan yang akan dijadikan satu managemen (kepsek) sekolah.

“Hal ini dilakukan untuk mengefektifkan proses kegiatan belajar mengajar, tidak membuat para siswa bingung dan program pembelajaran juga akan berjalan lebih baik dan efisien karena diatur dalam satu kepemimpinan yang sama,” jelas Yuli.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan optimalisasi layanan pendidikan yang sesuai dengan arah kebijakan, Visi Misi Pemkot Bekasi dalam hal Pendidikan, tentunya juga dengan menampung seluruh aspirasi masyarakat dalam bidang pendidikan dan merger sekolah-sekolah yang sekarang dilakukan sudah melalui berbagai pertimbangan dan kajian.

Terkait merger sekolah dasar di Kompleks SDN Kranji XIV, SDN Kranji X, SDN Kranji VII dan SDN Kranji VI yang lahannya dijadikan USB SMPN 52 menurut Yuli sudah tepat lantaran lahannya sudah cukup dan memadai.

“Nantinya, lahan untuk SMPN 52 itu tidak akan berdampak pada ruang kelas belajar mengajar di sekolah SDN Kranji X itu. Sebab kita hanya merampingkan empat sekolah jadi satu, ” terang Yuli.

Lebih jauh Yuli menjelaskan, sebagian bekas gedung SD itu akan di pergunakan untuk Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 52 Kota Bekasi dimana gedung maupun aset SDN Kranji X tidak akan dibongkar dan masih dapat digunakan oleh para siswa untuk belajar.

“Kota Bekasi masih kekurangan sekolah  tingkat SMP. Karena saat ini Kota Bekasi baru punya 49 SMP. Jadi kita bisa manfaatkan gedung SD yang akan di merger dengan tetap lakukan kajian lebih dulu. Kita juga pertimbangkan plus minusnya sebelum putuskan untuk merger, ” ucap Yuli.

Pihaknya juga telah memprogramkan agar nantinya disetiap kelurahan di Kota Bekasi ada satu sekolah untuk SMP Negeri. “Rencananya, setiap kelurahan minimal ada satu SMPN, ” tutupnya. (ton). 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed