oleh

Masjid Raya Koto Baru Sumatera Barat Sarat Historis

Solok – Masjid Raya Koto Baru adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang terletak di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi. Sumatera Barat.

Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1922 dengan arsitektur perpaduan antara arsitektur Minangkabau dengan Persia.

Masjid ini sempat mengalami kerusakan cukup berarti akibat gempa dengan kerusakan terparah terjadi pada tahun 1926, pada saat itu masjid ini masih dalam tahap pengerjaan sehingga mengakibatkan pembangunannya baru dapat diselesaikan pada tahun 1933.

Masjid ini terletak tidak jauh dari kawasan yang dikenal sebagai “Kawasan Seribu Rumah Gadang” atau sekitar 37 km dari Padang Aro, Ibu Kota Kabupaten Solok Selatan, atau sekitar 136 Km dari kota Padang

Masjid ini selain digunakan untuk aktivitas ibadah umat Islam, masjid satu lantai ini juga digunakan sebagai sarana pendidikan agama bagi masyarakat sekitar, bahkan telah menjadi salah satu daya tarik wisata terkenal di Kabupaten Solok Selatan

Masjid yang awalnya bernama Masjid Batu Koto Baru, sejak dibangun masjid ini belum pernah dipugar secara besar besaran. Masjid ini juga belum banyak mengalami renovasi sehingga keasliannya masih tetap terjaga

Renovasi yang pernah dilakukan hanya berupa perbaikan dinding yang rusak akibat gempa yang biayanya diperoleh secara swadaya baik dari masyarakat sekitar maupun di perantauan pada tahun 1947

Tanpa mengubah bentuk aslinya, puncak masjid ini juga pernah diperbaiki dua kali, yakni pada tahun 1980 dan 1992 Selanjutnya pada tahun 2004, pemerintah setempat memberikan bantuan untuk membangun gerbang di halaman masjid ini

Perpaduan dari berbagai corak terlihat jelas pada arsitektur masjid ini, umumnya yaitu Persia dan Minangkabau

Seperti arsitektur masjid khas Minangkabau lainnya, atap masjid ini terdiri beberapa tingkatan yang sedikit cekung, hanya saja di tingkatan atap teratas terdapat ruang berbentuk persegi dengan empat atap bergonjong mengarah ke empat penjuru mata angin yang dilengkapi dengan mustaka dibagian tengahnya

Empat gonjong melambangkan empat raja dari empat suku yang bermukim dikawasan Alam Surambi Sungai Pagu, yaitu Malayu, Kampai, Panai, dan Tigo Lareh, sementara mustaka yang menjulang setinggi lebih kurang 1,5 meter merupakan perlambangan bahwa empat raja tersebut bertuhan kepada yang satu, yakni Allah SWT

Nah, untuk sahabat Member  Keraton Kasepuhan Cirebon yang pergi wisata budaya ke Kawasan Seribu Rumah Gadang, jangan lupa mampir di Masjid Raya Koto Baru untuk wisata religinya. (jo) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed