764 Personel Dishub Dikerahkan untuk Arus Balik

  • Whatsapp

Bekasi – Sebanyak 764 personel Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi siap mengawal arus balik Lebaran 2019. Mereka terdiri dari personel pengendalian operasional (dalops) dan Unit Pelaksana Teknis Dishub di kecamatan.

Dishub menerjunkan 526 personil dan tambahan UPTD dalops dari kecamatan sebanyak 238 untuk membantu kelancaran arus lalu lintas lebaran, kata Saut, Jumat (7/6/2019).

Dia menerangkan para personel tersebut sudah disiapkan pada masa arus mudik sejak H-7 lebaran atau Rabu tanggal 29 Mei kemarin.

Sementara itu, merunut rencana, untuk mengawal arus balik mereka akan bertugas hingga H+7 lebaran atau Rabu tanggal 12 Juni 2019.

Para personel akan berjaga pada ruas-ruas Jalan Kota Bekasi terutama di pos-pos pengamanan bersama yang sudah dibangun di 10 titik.

10 titik pos pengamanan itu dibangun antara lain di persimpangan Jalan Mayor Hasibuan, persimpangan Harapan Indah, persimpangan Citra Grand, di depan Stasiun Kereta Api Kranji, di depan Stasiun Kereta Api Bekasi, Terminal Induk Kota Bekasi, persimpangan Bulak Kapal, Superindo dan Sumber Arta.

Mereka akan berjaga 24 jam dan akan dibagi tugasnya per tiga shift. Setiap shift petugas akan berjaga 8 jam, terangnya.

Ia pun memperkirakan bahwa puncak arus balik di Kota Bekasi akan terjadi pada Sabtu (8/6/2019) dan Minggu (9/6/2019) esok.

Hal ini mempertimbangkan masa cuti dan libur lebaran berakhir pada Jumat (7/6/2019). Maka libur di dua hari akhir pekan tersebut bakal dimanfaatkan untuk pekerja yang masuk bekerja pada Senin (10/6/2019).

“Karena mengingat tanggal 10 Juni sudah masuk, baik ASN ataupun pegawai swasta, kata Saut.

Lantaran rentang waktu arus balik tahun ini lebih sempit dibandingkan arus mudik, pemudik diimbau agar merencanakan perjalanan dengan baik agar tidak terjadi penumpukan pada waktu yang bersamaan.

READ  Menteri Parawisata: Danau Toba, Menjadi Salah Satu Destinasi Prioritas '10 Bali' Baru

Kendati begitu, ia menjelaskan rekayasa jalan akan di lakukan petugas untuk mengurai arus lalu lintas bila penumpukan pemudik terjadi.

Rekayasanya bisa saja pembuatan satu arah ataupun pengalihan ke jalur-jalur tertentu, itu jika volume kendaraan meningkat, tandasnya. (man). 

Advertisement

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.