oleh

Akhirnya, Haris Simamora, Pembunuhan Sadis Satu Keluarga Di Bekasi Diputuskan Hukuman Mati

Bekasi – Haris Simamora, pelaku pembunuhan sadis satu keluarga di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002/007, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, dituntut Pidana Mati pada sidang putusan Pengadilan Negeri(PN) Kota Bekasi Senin, (27/05/2019).

Pada Tuntutan Pidana Jaksa Penuntut Umum (JPU ) terbukti pasal 340 KUHP ( Dakwaan Kesatu Primair ) dan pasal 363 ayat 1 ke – 3 KUHP, dengan kualifikasi pembunuhan berencana dan pencurian dengan pemberatan.

Dalam sidang pembunuhan satu keluarga ini dituntut pidana mati dan hal hal yang memberatkan adalah perlakuan sadis, dan hal hal yang  meringankan pelaku tidak ada.

Terhadap tuntutan JPU tersebut Terdakwa dan PH nya akan mengajukan Pledoi pada Senin 24 Juni 2019.

Perkara kasus pembunuhan satu keluarga ini menyisakan cerita memilukan. Empat orang anggota keluarga ditemukan tak bernyawa di rumahnya pada Selasa, 13 November 2018, pukul 06.30 WIB lalu.

Korban, Diperum Nainggolan (suami) beumur 38 Maya Boru Ambarita (istri), 37 Sarah Boru Nainggolan (anak), 9 dan Arya Nainggolan (anak), 7 tahun.

Pemberitaan awalnya, sebelum kematian itu, Sarah menulis sepucuk surat untuk kedua orang tuanya. Surat dari bocah 9 tahun itu berisi janji Sarah untuk patuh dengan orang tuanya.

Salah seorang penghuni kontrakan milik kakak korban, Dominica Vannesa Claudia, menyebut, surat itu sudah diunggah ke media sosial sebelum empat orang itu meninggal dunia.

Dari Sarah, Mamah dan papah maafin kakak. Kakak sudah bikin mamah dan papah marah, kakak janji tidak akan melawan lagi. Kakak akan nurut sama mamah dan papah, akan rajin berdoa menyembah, membaca alkitab, nggak takut lagi sama setan. Kakak akan takut sama Tuhan Yesus. Makasih mamah dan papah sudah merawat kakak dari bayi, balita, anak-anak. Mamah sudah capek masak buat kakak, papah kerja buat kakak.Makasih mamah dan papah.

Kepala Instalasi Forensik Polri Kombes Pol Edi Purnomo mengatakan, pihaknya sudah selesai mengautopsi empat jenazah korban pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat. Hasil dari autopsi menunjukkan korban terkena senjata tajam.

“Hasil pemeriksaan ini sudah (pembunuhan) iya lah, senjata tajam. Ada banyak luka, ada (pakai) benda tumpul juga,” kata Edi di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (13/11/2018).

Namun, pihaknya akan mendiskusikan lagi kepada para penyidik yang menangani kasus ini. Karena memang banyak luka sayatan terhadap korban. Tapi, Edi tak bisa menjelaskan secara rinci di bagian mana saja terdapat luka sayatan.

“Lukanya didiskusikan lagi, lukanya berapa dalam, posisinya bagaimana, siapa yang kena duluan, itu nanti belakangan. Semuanya ada (terkena benda tumpul sama tajam),” ujarnya.

“Kalau buat paling banyak di bagian mana susah. Karena susah kalau ngomong kebanyakan. Ya pokoknya serangannya banyak. Bisa dipastikan begitu (pelaku lebih dari satu),” tambah Edi.

Setelah dilakukan autopsi kurang lebih lima jam, keempat jenazah korban pembunuhan tersebut langsung dipulangkan kepada pihak keluarga di divJantung Jakarta Timur kediaman saudara korban.

Terpisah, Allbon Nainggolan salah seorang pelayat mengaku sedih mendengar pembunuhan sadis yang dilakukan oleh pelaku  “Tega teganya dia (pelaku) membunuh anak keci yang tak tahu persoalan. Pelaku itu biadap, pelaku bukan manusia. Terkutuk lah dia.” katanya emosi.

Rencananya kata dia, dari indormasi yang ia terima, korban pembunuhan satu keluarga ini akan dubawa ke kampung halamannya di Kabuoaten Samosir Tapanuli Utara (ton). 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed