Merasa Dicurangi, Caleg Golkar Titin Supriantini Laporkan Rekannya Disatu Partai ke Bawaslu

  • Whatsapp

Bekasi – Salah satu Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi yang diusung Partai Golkar nomor urut 1 di Daerah Pemilihan (Dapil) Bekasi Utara, Titin Supriantini merasa dicurangi oleh rekan sesama partainya, Sulistiyadi, nomor urut tiga pada Pemilihan Legislatif 17 April lalu.

Dugaan kecurangan itu, ia laporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi dengan melampirkan bukti-bukti berupa tiga bundel foto kopi Form C1 sesuai jumlah TPS di Bekasi Utara serta data-data saksi dimana satu diantaranya juga adalah Caleg Partai Golkar di Dapil yang sama Hasan Muhtar.

Sulistiyadi bersama tim suksesnya diduga kuat telah bermain mata dengan saksi partai Golkar untuk memindahkan suara partai kepada dirinya, sehingga menyebabkan dirinya menjadi peraih suara ketiga terbanyak dari Partai Golkar di dapil Bekasi Utara.

“Saya mempunyai bukti atas kecurangan-kecurangan itu. Saya seharusnya saya itu peraih suara terbanyak kedua, bukan ketiga. Sudah saya laporkan dan hari ini kita menjalani sidang pertama, dengan tindakan saya ini, saya mau persoalan ini jangan terulang kembali unturk Pileg mendatang,” kata Titin, usai menjalani sidang perdana di sekretariat Bawaslu Kota Bekasi, Kamis (23/5/2019).

Lebih jauh, Titin menjelaskan sejak awal dirinya sudah menduga akan ada permainan-permainin kotor di Partai Golkar dalam kontestasi politik yang baru saja berlangsung ditanah air Indonesia.

“Katanya sih ada perintah (tapi saya tidak tahu siapa yang dia maksud). Padahal mereka hanya menjual nama, dan memanfaatkan nama orang untuk keuntungab dirinya,” terang Titin.

Titin menceritakan, selisih perolehan suara antara dirinya dengan Sulistiyadi hanya terpaut beberapa puluh suara, tetapi itu menjadi persoalan yang besar karena menyebabkan dirinya berada diperolehan suara ketiga didalam partai.

READ  Sikap Saut Situmorang Mundur Bentuk Pengkhianatan Terhadap Pemberantasan Korupsi

“Saya menuntut bukan agar saya menjadi nomor satu, bukan, bukan itu yang saya mau. Tapi agar kejadi ini menjadi tuman, atau kebiasaaan. laporan ini juga saya tembuskan ke KPU dan Gakkumdu sementara malam ini saya akan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar untuk mengambil surat rekomendasi agar persoalan ini bisa bergulir hingga ke Mahkamah Konstitusi,” kata Titin.

Ditempat yang sama, Ketua PKK Bekasi Utara, Mustofa Kamal menjelaskan sah-sah saja jika yang pelapot (Titin Supriantini) berasumsi bahwa ada dugaan main mata antara pihaknya dengan caleg rekan sesama partainya saat proses rekapitulasi.

“Andapun (rekan media) sah-sah saja jika mengatakan hal demikian. Tetapi yang jelas kami (PKK) sudah melaksanakan tugas dan kewajiban kami dengan jujur, adil dan terbuka. Kami pun siap membuktikan semua itu kalaupun laporannya ini sampai bergulir hingga ke MK,” tandasnya. (norton).

Advertisement

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.