oleh

The Bertolli Way Minyak Zaitun No 1 Di Dunia Bersertifikat Halal MUI

Jakarta – Di bulan suci ramadhan ini, kita lengkapi dengan gaya hidup yang Iebih sehat bersama Bertolli Merek Minyak Zaitun No.1 di Dunia yang sudah bersertifikat Halal MUI. Berpuasa menjadi momentum untuk menghargai makanan dan membersihkan racun dari dalam tubuh.

Berkenaan dengan diperolehnya sertifikasi Halal dari MUI, Bertolli ingin merayakan kesuksesan dengan menggelar acara masak bersama Ahli Gizi & Kesehatan Emilia Achmadi dan Head of Asia Alberto Perez Martinto yang akan memperkenalkan masakan dan menghilangkan persepsi yang salah terhadap minyak zaitun.

Bertolli telah memperkenalkan bagaimana menggunakan minyak zaitun untuk memasak makanan khas Indonesia agar Iebih sehat dan harum.

”Melalui kampanye ini, kami ingin menciptakan kebahagiaan yang Iebih besar untuk memasak resep tradisional Indonesia yang tidak hanya bergizi tetapi juga memberi rasa lezat dan aroma yang khas. Semua karena Bertolli Olive Oil. Bertolli sangat senang bahwa sekarang sudah Bersertifikat Halal MUI. Bagi Bertolli, sangat penting untuk terhubung dengan konsumen kami. Kami memahami bahwa bagi Indonesia, negara Muslim terbesar di dunia, Halal sangat penting. Melalui sertifikasi ini kami berharap dapat menunjukkan kepada Indonesia komitmen kami untuk memahami terhubung dengan audiens kami, “ungkap Alberto Perez, ABC Cooking Studio, Plaza Senayan Jakarta (16/05/2019).

Pada zaman abad yang lalu, penurunan kualitas makanan telah menyebabkan peningkatan jumlah risiko kesehatan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, pola makan yang tidak sehat adalah salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, dan penyakit lain yang terkait dengan obesitas.

Meskipun memasak mungkin rumit bagi sebagian orang saat ini pada bulan yang suci ini, minyak zaitun Bertolli memperkenalkan masakan Indonesia yang spesial untuk Ramadan Halal dan Sehat, bersama Bertolli.

Gaya hidup sehat dengan memakan makanan bernutrisi yang tepat serta mencerminkan pola konsumsi yang seimbang,

“Ketika orang-orang mendengar kata ’Lemak’, mereka segera mengibarkan bendera merah di sekitarnya. Padahal penting untuk diketahui bahwa 30% dari makanan yang kita makan harus mengandung lemak. Sel dan segala sesuatu di tubuh kita tumbuh subur dengan Iemak.

Kita memiliki dua pilihan, Lemak yang memiliki sumber penyakit atau Iemak yang memiliki manfaat kesehatan tambahan. Mana yang akan kita pilih?

Dalam proses memotivasi orang untuk gaya hidup yang Iebih baik, Saya ingin mengajak orang untuk mengalihkan fokus mereka dari Iemak jahat ke Iemak baik,”ujar Emilia Achmadi, Ahli Gizi.(evelyne).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed