Diduga Kelelahan Bekerja, Petugas KPPS Rawalumbu Bekasi Meninggal Dunia

  • Whatsapp

Bekasi – Seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di tempat pemungutan suara (TPS) 031 Kelurahan Bojong Rawalumbu Kecamatan Rawalumbu Kota Bekasi, FA ismantara (52) meninggal dunia di Rumah Sakit Saint Elisabeth Jumat, (19/04/2019) sekitar pukul 05.00 WIB

Diduga, Bapak dua anak ini meninggal karena  kelelahan selama dua hari menjalani serangkaian kegiatan pemilu.

Menurut Maria Yuli (42) adik Ismantara bahwa kakaknya mulai mengeluhkan sakit satu hari seusai pemungutan suara.

“Kemarin pagi memang sudah mengeluh sakit pada bagian dadanya tapi enggak dirasakan, dia cuma bilang kaya masuk angin sehingga dikerok sama istrinya,” tutur Maria di rumah duka, Jumat (19/4/2019).

Karena sakitnya kian parah, lanjutnya, Ismantara pun disarankan untuk dibawa ke rumah sakit namun dia menolaknya. Kemudian sekitar pukul 03.00 WIB, pihak keluarga pun memutuskan untuk membawa ke Rumah Sakit Saint Elisabeth Rawalumbu Bekasi. Namun sayangnya nyawa kakaknya tidak tertolong lagi.

“Memang kakak saya punya riwayat jantung, sekitar 10 tahun lalu pernah dirawat, tapi kemarin kambuh mungkin karena kelelahan tanpa istrahat,” kata Maria.

Ismantara jelas dia sejak hari pemungutan suara hingga malam harinya tidak tidur karena harus menghitung surat suara yang baru rampung dihitung sekitar pukul 01.00 WIB.

“Semenjak pemungutan suara sampai tadi malam kurang tidur, pas penghitungan itu sampai selesai,” kata dia.

Kombang, salah satu rekan sesama KPPS mengatakan, aktivitas penghitungan suara dilakukan hingga pukul 01.00 WIB, dan Ismantara mengikutinya hingga rampung sampai penyerahan berkas berita acara dan logistik ke Kelurahan.

“Beliau ikut sampai tuntas, jam 1 ke kelurahan selesai langsung balik,” kata Kombang.

Pada hari pemungutan suara, tidak ada tanda-tanda Ismantara mengeluh sakit atau semacamnya. Bahkan sebelum hari pemungutan, anggota KPPS juga tidak begadang..

READ  Sosialisasikan Pilkada, IWO Kota Bekasi Sambangi Pemulung di TPA Bantargebang

“Sebelum hari H nggak sampai begadang, cuma pas penghitungan aja sampai jam 1 itu, habis dari kelurahan selesai langsung pulang,” jelas dia. (man).

Advertisement

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.