Menteri Parawisata: Danau Toba, Menjadi Salah Satu Destinasi Prioritas ’10 Bali’ Baru

  • Whatsapp

Toba Samosir – Danau Toba merupakan salah satu destinasi wisata populer di Sumatera Utara. Bahkan, tarafnya sudah mencapai kelas dunia.

Memteri Parawisata Aeief Yahya mengatakan, bahwa Danau Toba merupakan destinasi kelas dunia. Maka dari itu, ikon wisata Sumut ini menjadi salah satu destinasi prioritas ’10 Bali Baru’ yang harus digencarkan lewat rumus 3A (Amenitas, Atraksi dan Akses.

Menjual Danau Toba yang paling mudah dengan 3A. Kita ingin menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia, makanya masuk ke Bali Baru. Kalau kita menyatakan danau toba destinasi kelas dunia, maka 3A nya harus kelas dunia,” ujarnya saat ditemui detikcom dalam peresmian The Kaldera, Toba Samosir, Kamis (4/3/2019).

Bisa dibilang, Danau Toba memiliki potensi besar yang harus dikembangkan agar semuanya dapat menjadi destinasi internasional. Salah satu aspeknya, atraksi, saat ini belum dimaksimalkan.

“Atraksi frankly speaking (sejujurnya) nggak ada, budaya di sini sudah bagus tapi belum mendunia, Sport Tourism juga bisa namun belum dunia. Padahal, Danau Toba merupakan danau vulkanik terbaik dunia,” tambah Arief.

Menurutnya, kini Danau Toba sedang memperjuangkan untuk dapat pengakuan dunia. Salah satunya oleh UNESCO, sebagai global geopark.

“Kini sedang fight Danau Toba untuk dapat sertifikasi UNESCO global geopark. Borobudur global heritage, mudah menjualnya. Kini kita sedang perjuangkan Danau Toba,” tambahnya.

Ditambah, kini Bandara Silangit telah menjadi Bandar Udara Internasional. Belum lagi apabila Bandara Sibisa sudah jadi dan dapat digunakan.

Akses kini juga digencarkan. Silangit jadi bandara internasional, Sibisa kita harapkan juga bisa internasional. Akses kita tidak ada masalah,” papar Arief.

Menurut Arie Prasetyo, Direktur Utama BPODT (Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba) salah satu cara menggencarkan Danau Toba adalah aspek amenitas. Contoh nyatanya adalah The Kaldera Nomadic Escape di The Kaldera Resort, yang merupakan destinasi Glamping dengan pemandangan Danau Toba.

READ  20 Orang Jadi Korban Monyet Liar di Kelurahan Harapan Mulya

Ini adalah salah satu amenities. Kita tentunya turis lebih banyak datang. Kita harus melakukan sesuatu. Tidak cuma promosi tetapi juga mengembangkan destinasi. dan dengan The kaldera nomadic escape ini, mencoba masuk ke segmen itu, kita harus menciptakan sebuah movement yang diharapkan investor, masyarakat bergerak. Sehingga tidak hanya promosi tetap destinasi nya harus kita kembangkan,” ujar Arie.

Dengan adanya sejumlah atraksi ini, Arie pun menargetkan sejumlah wisataqan Nusantara dan wisatawan mancanegara.

“Kita mengembangkan Toba mengembangkan Sumatera Utara. Danau toba 1 juta wisman targetnya, tahun lalu 250 ribu wisman, dan 10 juta wisatawan Nusantara. Optimis, karena ini destinasi kelas dunia,” kata Arie.

Selain itu, dengan adanya The Kaldera yang menunjang amenitas, diharapkan bisa menaikkan kunjungan serta mempopulerkan Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia.

“Nantinya The Kaldera dibuka untuk umum bulan Juni, commercial bulan Juni, promotion launching mengundang travel blogger, influencer, komunitas. Jadi April kita resmikan, juni full kita operasikan,” kata Arie. (htg).

 

Advertisement

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.