Sensor Ultrasonik Akan Digunakan Saat Ujian Praktik Pembuatan SIM A dan C

Sidoarjo – Sat Lantas Polresta Sidoarjo akan segera memberlakukan sistem baru dalam proses ujian praktik pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM). Ujian praktik SIM A dan C akan menggunakan sistem sensor ultrasonik.

Lokasi ujian praktik bakal dilengkapi 29 titik sensor ultrasonik yang dipasang di lima tempat. Sensor-sensor tersebut dipasang di trek zig zag, angka delapan, lokasi rem, trek lurus, dan trek putar balik.

Penempatan sensor selain posisinya di samping juga di pasang di garis putih, serta ada di beberapa traffic cone.

“Setiap pemohon wajib melintas di semua trek, ketika peserta ujian praktik dinilai gagal maka sirene akan berbunyi,” kata Kompol Fahrian Saleh Siregar, Kasat Lantas Polresta Sidoarjo, kepada wartawan di Mapolresta, Sabtu (2/3/2019).

Fahrian menambahkan lokasi ujian praktik tersebut tertutup, dalam proses ujian praktik di lokasi hanya peserta ujian saja. Polisi mengetahui kesalahan melalui layar sensor yang ditempatkan di ruang penilaian.

Peserta ujian yang melakukan kesalahan sampai tiga kali diputuskan gagal dalam ujian praktik.

“Sistem seperti ini akan diberlakukan pertengahan bulan Maret, dengan sistem ini ujian praktik SIM A maupun C akan lebih tranparan, dan sudah di sempurnakan dari empat items menjadi lima items,” tambah Fahrian.

Fahrian menjelaskan sebelumnya pihaknya telah melakukan sosialisasi dengan cara tiap-tiap polsekta memiliki lokasi ujian praktik. Dengan harapan tempat tersebut digunakan untuk latihan mereka.

Setiap hari Satlantas Polresta Sidoarjo mampu melayani ratusan pemohon SIM, namun mereka yang berhasil lolos hanya sekitar 50 hingga 60 pemohon.

Mulai saat ini pemohon SIM tidak ada antrean karena pemohon harus mendaftarkan online terlebih dahulu dengan sistem e-sim. Selain itu para pemohon bisa menggunakan sepeda motor sendiri, namun harus sepeda motor jenis bebek,” jelas Fahrian.

“Mulai saat ini pemohon SIM tidak ada antrean karena pemohon harus mendaftarkan online terlebih dahulu dengan sistem e-sim. Selain itu para pemohon bisa menggunakan sepeda motor sendiri, namun harus sepeda motor jenis bebek,” jelas Fahrian.

Pos terkait