oleh

Ganti Pemilik, Pabrik Fabrikasi Kontruksi Baja Diduga Tak Berizin

Bekasi – Proses pembangunan pabrik Fabrikasi kontruksi baja yang berlokasi di RW 010 Perumahan Tityan Indah Keluharan Kalibaru Kecematan Medan Satria disinyalir tak berizin.

Menurut informasi dari warga setempat, pabrik yang sudah berdiri sejak tahun 2013 dan kini pemiliknya sudah berganti pada 2017 lalu, proses pendirian pabrik belum pernah ada tandatangan dari sejumlah warga.

Maka itu, warga pun menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menutup keberadaan pabrik Fabrikasi kontruksi baja yang ada di pemukiman mereka.

Warga menilai selain terusik adanya pencemaran (asap, dan bau) yang menyengat pada pernafasan, warga juga terusik dengan kebisingan suara alat pemotong besi (gerendra) baja.

Tak hanya itu, warga juga terusik dengan mobilisasi dari adanya truck tronton dan Fuso yang hilir keluar masuk pabrik membawa besi baja, plat baja dengan ukuran besar yang menganggu kenyamanan warga dan berdampak pada lingkungan.

Terkait hal itu, warga juga sudah pernah melaporkan permasalahan itu kepada pengurus RT/RW secara lisan, namun tidak pernah ditanggapi serius.

“Kita juga sempat dimediasi oleh pihak Kelurahan, tapi belum juga ada hasilnya,” ucap warga saat memberikan penjelasan.

Selain tak ada papan nama, warga juga mempertanyakan terkait izin pabrik karena selama ini selaku warga belum pernah memberikan izin atau tandatangan surat persetujuan pendirian pabarik tersebut.” jelas Sinta, salah satu warga RW 010 ini.

Warga pun sempat melayangkan surat pengaduan ini kepada Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi untuk segera turun tangan sekaligus memeriksa apakah izin pabrik sudah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Namun belum ada tanggapan.

Terpisah, saat ditanya terkait izinnya, Lurah Kalibaru Kecamatan Medan Satria, Suhartono menyebut bahwa izin pabrik tersebut itu bukan ranah kelurahan tapi Kecamatan.

“Sekarang kan (izin) gak di kita bang, tapi di Kecamatan. Jadi soal perizinnya saya belum tahu, ” pungkasnya. Jumat, (15/03/2049).

Sebelumnya, Camat Medan Satria Lia Erliani mengatakan, masih mendalami surat aduan warga terkait keberadaan pabrik yang dinilai mengganggu kenyamanan warga.

“Tapi, jujur saya, memang sudah membaca surat tersebut, maka itu saya minta kedua pihak untuk membahas masalah ini bersama-sama, dan meminta penjelasan.” ujar Camat saat memediasi pertemuan warga dengan pemilik pabrik.

Masih kata Lia, menurut surat aduan warga bahwa, masalah ini muncul sejak tahun 2013 tapi masalah itu sudah direspon oleh pemerintah. Bahkan pabrik itu sempat tidak melakukan aktifitas alias berhenti.

“Jadi untuk melihat kebenarannya, kita akan tinjau ke lokasi. setelah itu kita akan buatkan berita Acara nya (BAP).” tuturnya.

Sementara, Sudiyono selaku pemilik pabrik PT BJ membantah tuduhan warga tersebut. Ia pun mengklarifikasi pernyataan warga yang menyebut, bahwa pabrik tersebut adalah pabrik baja dan menimbulkan pencemaran.

“Jadi perlu saya jelaskan bahwa itu bukan pabrik baja, melainkan pabrik kontruksi baja. ” ujar Sudiyono sebelumnya.

Lanjutnya ia menjelaskan bahwa, sebelum dibeli olehnya, pabrik tersebut merupakan pabrik baja sejak tahun 2013 dan pemiliknya juga tidak diketahui. Namun sejak ia beli tahun 2017, pabrik tersebut kini bukan pabrik baja melainkan pabrik kontruksi baja.

“Dulunya emang benar pabrik itu produksi baja, tapi sekarang tidak, ” pungkasnya (norton). 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed