Film’Kuambil Lagi Hatiku’ Kisah Pencarian Arti Keluarga Dan Budaya Indonesia

  • Whatsapp

Jakarta – Setelah dua puluh enam tahun, (PFN), BUMN kembali memproduksi film “Kuambil Lagi Hatiku” (Borobudur Love Story) menggandeng Wahana Kreator Nusantara dan pihak Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan yang merupakan BUMN yang bergerak di pariwisata.

Film ini disutradarai Azhar Kinoi Lubis dengan Salman Aristo menjadi produser. Arief Ash Shiddiq dan di tulis Rino Sardjono penulis.

Film ini berkisah tentang Sinta seorang India keturunan yang tengah merencanakan pernikahan dengan Vikas. Namun menjelang pernikahannya, Widi sang ibu mendadak kabur ke Indonesia.

Sinta yang didesak untuk mempercepat pemikahan oleh calon mertua, terpaksa mencari tahu ibunya pergi kemana. Setengah mati Sinta memutar otak dan mengira-ngira kemana tujuan sang ibu.

Dia teringat dengan kotak tua kenangan ibunya dan mendiang sang ayah. Di kotak itu, Sinta menemukan foto-foto lama orang tuanya di Borobudur, tanpa pikir panjang, Sinta nekat pergi menyusul Widi untuk membawanya pulang.

Vikas awalnya bersikeras untuk menemani. namun Sinta butuh Vikas supaya bisa mengalihkan perhatian keluarganya. Semua demi upacara pernikahan, Vikas setuju, dengan syarat, Sinta harus selalu mengabari Vikas setiap waktu.

Sinta mengiyakan. Bermodalkan beberapa foto lama orang tuanya, Sinta pergi ke kampung sang ibu bahkan tak pernah dia ceritakan sebelumnya, Desa Borobudur.

Dibintangi oleh Lala Karmela, Cut Mini, Dimas Aditya, Ria Irawan, Sahil Shah, Dian Sidik, den Ence Bagus.

“Untuk memahami karakternya, la belajar dua budaya Jawa dan India, ”Karakter yang aku mainkan, Sinta lahir dan besar di India. Aku harus belajar bahasa. tarian, dan bagaimana orang India dalam keseharian bersikap, belajar budaya Jawa juga karena kebanyakan film diambil di sekitar Borobudur.” ungkap Lala Karmila.

READ  Relawan Muda Jokowi Nyatakan Dukungan  Jokowi - Ma'Ruf

Mengambil latar keindahan Candi Borobudur, film ini ingin memperlihatkan tentang kekayaan budaya dan keberagaman Indonesia. Pemilihan Borobudur bukan sekadar setting film, namun juga merupakan sebuah aspek penting dari film. Patut diingat bahwa Candi Borobudur adalah bangunan yang termasuk dalam World Heritage Site oleh UNESCO.

“Cerita film ini berasal dari ide PFN yang kemudian dikembangkan bersama Wahana Kreator Nusantara dan Taman Wisata Candi. Sebagai perusahaan film, kami harus memahami perkembangan zaman dan berperan dalam menghidupkan industri.” kata Mohamad Abduh Aziz, Direktur Utama Produksi Film Negara, di Epicentrum, Jakarta Selatan  Rabu, (13/03/2019).

Film ”Kuambil Lagi Hatiku” merupakan produksi terbaru dari PFN setelah terakhir melakukannya di era 90an, PFN merupakan salah satu perintis industri film di Indonesia pada saat terbentuk.

Berdiri di tahun 1934, sejarah perfilman Indonesia tak lengkap jika tidak membahas PFN. PFN adalah saksi sejarah perjuangan bangsa dan salah satu perusahaan perfilman yang tetap bertahan hingga sekarang.

Pada masa aktifnya, PFN memproduksi film dokumenter bertema kepahlawanan, lalu berkembang membuat film cerita yang bertema pendidikan dan penerangan yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Dua film terakhir yang digarap adalah ”Pelangi di Nusa Laut” ( 1992) dan ”Surat Untuk Bidadari” (1994).

Selain TWC, sejumlah BUMN juga turut mendukung proses produksi film ini di antaranya Pertamina, Pelindo 3, Garuda Indonesia, Jasa Raharja, Wijaya Karya, Perusahaan Gas Negara, Bank Mandiri, Bank BTN, Bank Negara Indonesia, Patra Jasa, dan Pupuk Indonesia. Film ini akan tayang pada 21 Maret 2019. (evelyne)

Advertisement

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.