oleh

Jaga Kondusifitas, MUI Terbitkan Maklumat Jelang Pesta Demokrasi 2019 

Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi bersama Forpimda Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) menggandeng tokoh masyarakat dan tokoh organisasi masyarakat se-Kota Bekasi untuk menjaga kondusifitas keamanan penyelenggaraan pemilu.

Tri Adhianto saat hadir di acara tersebut mengajak seluruh stakeholder untuk bersama sama menciptakn situasi aman dan kondusif menjelang terlaksanannya pesta demokrasi 2019.

“Bekasi adalah Kota damai, kota toleransi. Kota saling menghormati, mari kita jaga bersama.” kata Tri Jumat, (1/003/2019) dalam sambutannya.

Lanjutnya ia katakan, dengan semakin dewasanya usia, diharapkan Kota Bekasi menjadi kota yang kian maju dari berbagai segi baik ekonomi, budaya, pendidikan, dan kesehatan.

“Tanggal 10 Maret 2019 Kota Bekasi akan berulang tahun yang ke-22 tahun semoga dengan bertambahnya usia Kota Bekasi ini menjadikan kota yang maju dari berbagai segi baik ekonomi, budaya, pendidikan, dan kesehatan.” ucapnya.

Mari kita rawat kebhinekaan kita, karena kita satu saudara, satu Nusa, satu bangsa, walaupun dari latar yang berbeda namun kita satu Indonesia,” ujar pria disapa mas Tri.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto sangat mengapresiasi setinggi tingginya pada kegiatan tersebut dengan diterbitkannya maklumat dari MUI.

Tentunya, atas terbitnya Maklumat ini dapat memberikan kepercayaan tambahan kepada KPU dan Bawaslu Kota Bekasi dalam melaksanakan tugas menjelang Pemilu 2019.

“Kami pihak keamanan tentunya menyadari tak bisa bekerja sendiri butuh dorongan positif dari berbagai unsur yang ada, tak lupa Saya ucapkan terimakasih kepada para ulama, kiai dan ustad dan mari kita jaga NKRI bersama,” kata Kombes Indarto.

Berikut isi maklumat MUI Kota Bekasi yang ditanda tangani oleh KH. Zamakhsyari Abdul Majid dan KH. Sukandar Ghazali dalam rangka menjelang Pemilu 2019:

1. Bahwa Pemilu merupakan sarana mengekspresikan hak politik warga masyarakat yang harus diapresiasikan melalui penyelenggaraan Pemilu yang jujur, adil, bersih, dan berwibawa;

2. Pelaksanaan Pemilu harus dijadikan momentum bagi penguatan sistem berdemokrasi dalam memilih DPR RI, DPD, dan Presiden dengan jujur dan adil yang berorientasi mewujudkan masyarakat yang sejahtera lahir batin;

3. Seluruh Caleg DPRD, DPR RI, DPD, dan Presiden peserta Pemilu, Timses dan pendukung menahan diri dan mengendalikan emosi untuk tidak melakukan provokasi, fitnah, dan ujaran kebencian yanh dapat memecah belah persatuan dan kesatuan umay islam dan masyrakat;

4. Pada semua kekuatan partai politik pendukung Caleg DPRD, DPR RI, DPD, dan Presiden peserta Pemilu, Timses dan pendukung tidak menjadikan masjid, musholla dan langgar sebagai tempat kampanye dan tidak menggunakan isu SARA serta tidak menyebarkan berita bohong (HOAX) yang dapat menciptakan diharmonisasi dan disintrigatasi sosial;

5. KPU daerah Kota Bekasi secara tegas mampu menjaga integritas Pemilu damai, jujur, adil, bersih, dan berwibawa sehingga masyarakat Kota Bekasi dapat menyalurkan hak politiknya tanpa merasakan adanya tekanan dan intimidasi dari pihak manapun;

6. Bawaslu Kota Bekasi dapat memastikan bentuk bahwa segala bentuk pelanggaran Pemilu harus disikapi dan ditindak tegas sesuai dengan aturan dan prosedur hukum yang berlaku dengan tidak memihak kepada calon manapun.

7. Pihak aparat keamanan mampu memastikan kondisi aman dan terkendali di Kota Bekasi menjelang pada saat dan setelah Pemilu tanggal 17 April 2019 sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menyalurkan hak aspirasi politiknya;

8. Medsos dan awak media massa mampu mengontrol penyebaran informasi seputar Pemilu dengan prinsip-prinsip kebenaran menjaga kode etik jurnalistik dengan ekspresi damai, jujur, adil, dan akurat sehingga tidak menimbulkan miss informasi dan provokasi;

9. Para ulama, kyai, ajengan, ustadz dan ustadzah tetap istiqomah dalam menjalankan tugasnya membimbing umat kejalan yang benar, menyuarakan amar ma’ruf nabi munkar dan menjadi panutan umat, tidak terpengaruh dan terjebak kedalam bujuk rayuan politik adu domba yang provokatif sehingga menimbulkan disharmonisasi dan perpecahan umat. (yanso). 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed