Tawuran Antar Geng Terjadi di Bekasi. Akibatkan Satu Orang Tewas

  • Whatsapp
Spread the love

Bekasi – Tawuran antargeng terjadi di Bekasi, Jawa Barat. Akibatnya, seorang remaja inisial AS (17) tewas.

“Ada korban mati yang diakibatkan karena dibunuh, akibat tawuran,” ujar Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana di Polres Metro Bekasi Kota, Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (11/2/2018).

Tawuran antar Geng Om Kali All Star dengan Geng Bayur terjadi di Jembatan Rawa Bambu, RT 05/16, Kelurahan Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Minggu (10/2), pukul 03.00 WIB. Korban berada di pihak Geng Bayur

“Minggu kemarin grup Om Kali All Star dengan grup geng Kampung Bayur, tawuran. Saat tawuran, grup Om Kali All Star, dia (salah satu anggota) ini ada yang luka. Sebenarnya yang parah ada di grup Bayur,” ujar Eka.

Eka mengatakan tawuran dipicu lewat ajakan di media sosial. Mereka pun kembali membuat perjanjian dan saling menantang tawuran.

“Minggu kemarin, ditantang lagi, melalui Instagram. Mereka saling janjian, saling menantang. Ada video call yang dikirim kelompok Bayur ke instagram Om Kali All Star,” ujar Eka.

Kedua kelompok ini akhirnya bentrok di depan PT Alexindo, Harapan Jaya, Bekasi. Sebanyak 15 orang dari Geng Om Kali All Star, 15 orang dari geng Bayur.

Dari perkelahian tersebut, Geng Bayur terdesak. Lalu, korban dikeroyok SR, IN, DF, MI, JP, dan RNF dengan clurit, stik golf, bambu hingga korban tewas. Kenam pelaku itu sudah ditangkap polisi.

“Korban luka di bagian belakang, tusukan sebelah pinggang, tangan ada (luka). Umur pelaku ada yang umur 20 sampai 15 tahun,” ujar Eka.

Pelaku memiliki peran yang berbeda beda. SR, IN, dan JP membacok korban dengan clurit, MI memukul korban dengan bambu, DF memukul korban dengan stik golf, RNF menabrak korban menggunakan sepeda motor.

Eka menyebut motif pelaku ingin memperlihatkan keperkasaannya di wilayahnya. Geng Om Kali All Star, kata Eka, baru dua kali beraksi.

Barang bukti yang berhasil diamankan yakni 3 bilah clurit, 1 stik golf, 1 batang bambu, 1 unit sepeda motor Mio B 6481 KXC. Atas perbuatannya, pelaku dikenai pasal 170 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (prima) 

Pos terkait