Belasan Desa di Pasuruan Terendam Banjir, Aktifitas Warga Terganggu

Pasuruan – Belasan desa di Kabupaten Pasuruan kembali dilanda banjir akibat luapan sungai-sungai yang tak mampu menampung air hujan.

Banjir dilaporkan melanda 8 desa di Kecamatan Rejoso, antara lain Sambirejo, Kedungbako, Kawisrejo, Rejoso Lor, Rejoso Kidul, Patuguran, Toyaning dan Sadengrejo.

Di ke-8 desa ini, ketinggian banjir mencapai 30-60 cm. Jalan desa dan rumah-rumah yang berada di tanah yang rendah sudah terendam banjir.

Di Kecamatan Grati, banjir juga melanda Desa Kedawung Wetan dan Kedawung Kulon. Ketinggian air di dua desa ini mencapai 20-40 cm. Begitu pula dengan di Desa Bandaran, Kecamatan Winongan. Luapan sungai juga merendam jalan dan menyebabkan mobilitas warga terhambat.

Selain di desa-desa tersebut, dua desa di Kecamatan Gondangwetan juga tergenang banjir karena luapan sungai. Namun banjir di Gondangwetan sudah surut sejak hari Sabtu (19/1) dini hari tadi. Hanya saja warga masih sibuk membersihkan rumah dari material lumpur yang terbawa oleh banjir.

Banjir di belasan desa praktis menyebabkan aktifitas warga terganggu. Misalnya di desa Sadengerejo yang merupakan lokasi paling parah, sejumlah warga sudah mengamankan diri kr overpass tol.

“Sekolah-sekolah juga terendam banjir, terutama di Sadengerejo, siswa diliburkan,”  kata Diah Wahyuni, warga Rejoso.

Korban banjir di Desa Sadengrejo sendiri mencapai 3.000 jiwa. Mereka pun mengharapkan bantuan dari pemerintah.

“Barangkali ada bantuan nasi bungkus, mi instan, roti dan lain-lain, kami sangat mengharapkan,” tutur Hudan Dardiri, warga Desa Sadengrejo.

Banjir di beberapa desa di Kabupaten Pasuruan ini sudah berlangsung sejak hari Kamis (17/1). Namun karena hujan intensitas sedang berlangsung lama pada hari Jumat (18/1) sore, sungai-sungai kembali meluap dan menggenangi pemukiman. Desa yang terdampak banjir pun bertambah sejak saat itu.

Pos terkait