oleh

Kondisi Sumur Pantau yang Dibiayai Uang Negara Memprihatinkan. 

Bekasi – Kondisi sumur pantau yang terletak di Sumur Batu Kecamatan Bantargebang sangat memprihatikan. Selain tak dirawat pembangunan sumur pantau yang dibiayai oleh uang negara juga terkesan asal jadi dan tidak berfungsi peruntukannnya.

Padahal diketahui sumur pantau tersebut berfungsi untuk menguji kuwalitas air tanah.

Dari pantauan teropong indonesia.com dilapangan, sumur pantau yang diprediksi sedalam 3 meter yang letaknya di tengah kebun warga ini sudah tampak tak terurus dan tampak tidak ada air alias kering didalamnya.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Lutfi mengaku tidak mengetahui pasti berapa besaran dana untuk pembangunan sumur pantau itu begitu juga dengan tahun pengerjaannya

“Mungkin sekitar Rp100-200 jutaan. sebab itu saat masih di jamannya Dinas Kebersihan. nanti saya cek kembali dan tanyakan ke kabidnya (Masri).” ucap Lutfi Rabu, (9/01/2019) ketika diwawancara.

Disinggung soal kedalaman sumur pantau yang hanya berkisar 3 meter dengan diameter 3 meter, Lutfi mengatakan, bahwa itu sudah sesuai dan tidak melanggar ketentuan.

“Tergantung, ada yang 3 meter ada pula sampai 5 meter. itu tergantung kan perencanaanya seperti apa. Jadi itu gak masalah. Karena itu tergantung perencanaannya. Pembangunan Sumur pantau itu gitu dan ada juga yang sampai 150 meter. ” kata Lutfi.

Hal yang sama juga dikemukakan, Suhendra, Kepala Seksi (Kasi) Tata Kerusakan Lingkungan Dinas LH. Dirinya tidak tidak mengatahui pasti terkait pembangunan sumur pantau tersebut. “Saya engga tahu bang soal itu, tahun berapanya dilaksanakan. ” pungkasnya (norton). 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed