oleh

Pekerjaan Proyek Normalisasi dan Perkuatan Tanggul Kali Bekasi Abaikan Keselamatan.  Pengawas Tutup Mata

Bekasi – Pekerjaan proyek pembangunan Normalisasi dan Perkuatan Tanggul tahap 2 (lanjutan) milik Kementerian PUPR yang menghabiskan dana mencapai Rp11,6 miliar yang dikerjakan oleh PT Orcalindo Lamtama Mandiri disinyalir mengabaikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Pantauan teropong indonesia.com dilapangan terlihat, mayoritas pekerja PT Orcalindo Lamtama Mandiri di lokasi proyek tidak memakai pengaman mulai dari rompi, helm, sarung tangan dan sepatu proyek.

Padahal, penggunaan alat keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja (K3) sifatnya wajib sesuai UU No. 1/1970 tentang Keselamatan Kerja. Dimana dalam pasal 15 memuat sanksi dengan ancaman kurung 3 bulan penjara bagi kontraktor yang melanggar peraturan K3.

Humas PT Orcalindo Lamtama Mandiri (OLM) Zainal mengatakan, pihaknya telah memberikan beberapa atribut keselamatan kerja namun beberapa pekerja tidak terbiasa untuk menggunakannya dengan berbagai alasan.

“Alat Safety ada. cuma orangnya (Pekerja) yang tidak mau pake dengan alasan macam-macam. Kami sudah sumpaikan ke mereka terkait pentingnya menggunakan alat K3.” ucap Zainal di lokasi proyek pada, Kamis (3/01/2019) kemarin.

“Trima kasih masukannya,” kata Anto, Project Manager PT Orcalindo Lamtama Mandiri saat diingatkan soal K3 di lokasi proyek Sabtu, (5/1/2019) sembari mengatakan, setiap harinya ada pengawas dari Kemen PU ke lokasi proyek.

Disinggung kapan proyek ini selesai, dirinya pun optimis proyek yang lagi dikerjakan terselesaikan minggu-minggu ini. “Empat hari lagi (proyek) selesai kok.” kata Anto yakin.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Lembaga Investigasi Anggaran Publik (LSM LINAP) Baskoro mengatakan, pihak kontraktor yakni PT Orcalindo Lamtama Mandiri (PT OLM) harus memperhatikan keselamatan pekerja saat bekerja. “Alat pelindung diri (APD) wajib digunakan bagi para pekerja.” katanya Sabtu, (5/01/2019) terpisah.

Menurut dia, semua pihak, termasuk para penyedia jasa untuk memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dengan konsisten sesuai aturan yang berlaku.

Pencegahan kecelakaan kata dia, dapat dilakukan dengan manajemen konstruksi yang baik.”Jangan hanya K3 prosedural saja, tapi di lapangan beda. Berarti pengawasnya juga tutup mata dong akan hal ini.” ujarnya.

Maka itu, ia pun meminta pemerintah menindak para kontraktor yang tidak memperhatikan keselamatan. “Saya rasa harus diberikan teguran keras.” tutupnya. (norton).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed