Tekan Tingkat Kemacetan 2019, Dishub Kota Bekasi Akan Konversi Angkot Jadi Bus

  • Whatsapp
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana

Bekasi – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi akan melakukan konversi angkutan perkotaan (angkot) menjadi bus untuk menekan tingkat kemacetan di Kota Bekasi.

Kepala Dishub Kota Bekasi, Yayan Yuliana mengatakan program konversi Angkot menjadi Bus ini akan digarap pada Tahun 2019.

Bacaan Lainnya

“Jadi, Program konversi ini akan menggabungkan tiga unit angkot menjadi satu bus, jumlah angkot di Kota Bekasi saat ini ada 1.200 unit, nantinya angkot tersebut akan dikonversi menjadi angkutan massal yang berkapasitas 25 penumpang.” ucapnya

Lanjutnya, angkutan massal itu nantinya beroperasi dalam empat trayek, yakni terminal Bekasi – Pondok Gede, Terminal Bekasi – Harapan Indah, Wisma Asri – Bantargebang, dan Wisma Asri – Sumber Arta.

Gambar : Situasi Kemacetan di Jl. Ahmad Yani Kota Bekasi

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Fatikhun juga menyampaikan bahwa pihaknya masih mengkaji teknis program konversi angkot menjadi Bus, diantaranya perluasan lebar jalan agar dapat menunjang angkutan massal tersebut.

“Lebar jalan kita ini beda-beda, masih ada yang perlu dilebarin. Beda dengan Jakarta yang jalannya sudah lebar-lebar dan ada jalur khusus transjakarta nya,” ucap Fatikhun.

Pakai Solusi CSR !

Untuk menekan anggaran yang dibutuhkan dalam merealisasikan program konversi itu, Dishub Kota Bekasi memberi kewenangan kepada pengusaha angkot untuk menjadi operator pelaksana angkutan massal.

“Pemerintah kan tidak bisa beli aset bekas sehingga kita akan carikan perusahaan melalui CSR-nya (corporate social responsibility) agar angkotnya terjual dan bisa beli angkutan massal seperti bus, nanti kita tinggal legalkan saja,” papar Fatikhun.

Fatikhun pun berharap pada perusahaan untuk membantu Pemerintah Kota Bekasi dalam meremajakan angkot melalui CSR. (ADV)

Pos terkait