Meski Salah, Pt Ciplan Finance Bersikeras Tak Penuhi Tuntutan Debitur

  • Whatsapp

Bekasi – Kecewa atas kinerja yang managemen PT Ciplan Finance Indonesia (CFI) Tbk yang dinilai tak profesional, salah satu konsumen menuntut PT Ciplan Finance Indonesia (CFI) Tbk

Franklin Esmol, suami Vera Tityan menuntut dua tuntan kepada menegemen PT CFI. Dua tuntutan itu yakni pertama, pihak managemen membuat permintaan maaf di salah satu media nasional. Dan kedua, cicilan kredit mobilnya dinyatakan lunas oleh managemen.

Namun melalui manager PT. CFI,Tbk, Anja Kepala Divisi Colection mengaku tak bersedia memenuhi dua tuntutan konsumen (kreditur) tersebut dengan alasan permintaan itu terlalu memberatkan keuangan PT. CFI.

“Kami tak bisa memenuhi dua tuntutan itu karena kami menilai terlalu memberatkan managemen karena kondisi keuangan perusahaan dan cicilan kredit mobilnya masih 3 tahun lagi ,” dalih Anja saat konferensi persnya di kantor Pt. CFI, Rabu (17/10/2018).

Sikap batu PT. CFI ini dilatarbelakangi karena manajemen PT. CFI mengaku sudah meminta maaf secara tertulis kepada debitur. dan secara tidak langsung kesalahan itu bukan diakibatkan oleh managemen tetapi karena sistem data mengalami error. Akibatnya input pembayaran debitur melalui virtual account mengalami keterlambatan.

“Apalagi saat itu libur panjang dan perusahaan tutup akibatnya sistem mengalami delay,” jawab Anja beralasan.

Namun Franklin tetap tak mau kompromi kata Anja, suami Vera ini tetap mengajukan dua tuntutan itu harus dilaksanakan perusahaan CFI.

“Akibatnya sampai saat ini belum ada keputusan apapun diantara dua pihak meski sudah beberapa kali dilakukan mediasi,” ucap Anja.

Diceritakan Anja, kejadian ini terjadi saat menjelang lebaran sekitar 6 Juni lalu. Saat itu keditur atas nama Vera Tytian mentransfer cicilan mobilnya. Namun sewaktu debitur transfer bertepatan saat itu menjelang cuti bersama tanggal 8-20 Juni, pihaknya buka hanya sampai jam 2 siang.

“Tapi setelah tanggal 20 Juni uang yang masuk, kita langsung buku kan pada hari Kamis tanggal 21 Juni,” pungkasnya.

“Nah, sebetulnya surat pemberitahuan itu tidak mengikat karena sifatnya hanya pemberitahuan dan bukan ancaman namun hanya imbauan saja. Jadi ini yang diperdebatkan debitur. ” kelit Anja.

Sebelumnya, Franklin bersikeras menuntut PT. CFI karena menilai kinerja PT.CFI tidak profesional yang membuat dirinya merasa tidak nyaman.

Masalah itu kata Franklin bermula saat dirinya dituding oleh PT CFI Tbk bahwa selama dua bulan dirinya belum melunasi cicilan kredit mobilnya.

“Selama dua bulan berturut – turut dari Mei dan Juni 2018 saya dinyatakan belum membayar cicilan, padahal saya ada bukti transfer yang membuktikan saya sudah melunasi sebelum tanggal jatuh tempo,” kata Franklin kesal.

Akibat masalah itu, kata Franklin rumah tangganya sempat cekcok dan tidak dipercaya oleh istrinya gara- gara ribut masalah pembayaran kredit mobil.

“Saya jelas dirugikan dan terganggu rumahtangga saya dengan tidak becusnya sistem mereka itu. Meskipun pihak manajemen akhirnya mengakui kesalahannya akibat errornya sistem penginputan data mereka,” terangnya.

Tuntutan Franklin saat ini menagih janji Kepala Kantor Cabang PT CFI ,Tbk soal permohonan maaf mereka yang harus dimuat di media nasional selama satu bulan.  Karena sejak Juni lalu, janji itu belum juga dilaksanakan oleh Kepala Kantor CFI Cabang Kota Bekasi. (norton).

Pos terkait