oleh

Lagi, Penyidik KPK Segel Kantor Perizinan Pemkab Bekasi

Cikarang – Setelah menyegel kantor Dinas Pekerjaan Umum Penata Ruang (PUPR), kini penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyegel kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi Rabu (17/10/2018) pukul 14.00 WIB.

Saat penyegelan, pihak KPK menurunkan lima orang anggotanya dengan menggunakan tiga unit mobil

Bahkan, dari pantauan media dilokasi, usai disegel nampak sejumlah ruangan kantor DPMPTSP tepatnya dilantai 1 dan 2 tampak pelayanan perizinan di DPMPTSP lumpuh.

Namun sayangnya, tak satu pun petugas KPK yang bisa untuk dimintai keterangan terkait penyegelan tersebut.

Beredar kabar bahwa, penyegelan ini merupakan pengembangan kasus dugaan suap izin mega proyek Meikarta yang menyeret Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan sejumlah Kepala Dinas dan pihak swasta sebagai tersangka.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel  tiga (3) ruangan kerja di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekas, minggu sekitar pukul 15:00 pada Minggu (14/10/2018) kemarin.

KPK menetapkan Kepala Dinas PUPR Bekasi Jamaludin; Kadis Pemadam Kebakaran Sahat MBJ Nahor; Kadis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bekasi Dewi Tisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Neneng Rahmi  sebagai tersangka kasus.

Kami simpulkan adanya dugaan pemberian hadiah atau janji kepada Bupati Bekasi dan kawan-kawan terkait pengurusan izin Meikarta,” kata Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif di kantornya, Jakarta, Senin, 15 Oktober 2018.

KPK menduga pemberian dalam kasus ini bagian dari komitmen fee  pengurusan sejumlah izin pembangunan fase pertama proyek Meikarta yang memiliki luas 84,6 hektar  totalnya luas 774 hektar.

Laode mengatakan total komitmen fee untuk Neneng dan kawan-kawan berjumlah Rp13 miliar, yang sudah terealisasi sejumlah Rp7 miliar.

KPK juga menetapkan sebagai tersangka pemberi suap Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, konsultan Lippo Group Taryudi dan Fitra Jaya Purnama serta pegawai Lippo Group Henry Jasmen.(norton).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed