Duh, ASN Pemkot Bekasi Diduga Selingkuh Dengan Notaris Beristeri

  • Whatsapp
Foto : Ilustrasi

Bekasi – Seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Bekasi berinisial NW diduga selingkuh dengan seorang Notaris di Kota Bekasi. Bahkan, ASN tersebut dikabarkan sudah memiliki dua orang anak dari hasil hubungan gelapnya dengan pria yang diketahui sudah memiliki isteri.

Ketika dikonfirmasi, NW pun membenarkan perselingkuhan dirinya dengan notaris tersebut. Ia juga menyebut sudah menikah siri dengan pria yang indentitasnya dirahasiakan.

“Iya benar, saya telah menikah siri dengan abie (panggilan sayang) seorang notaris.” kata NW.

NW menuturkan, alasan dirinya membuka aib ini, karena kecewa akibat merasa dipermainkan oleh notaris tersebut yang berjanji akan menikahi dirinya secara sah melalui KUA (hukum negara), namun sampai saat ini tak kunjung dinikahi.

“Dulu dia (Abie) bilang ke saya akan menceraikan isteri tua nya, tapi sampai sekarang bohong.” ungkap NW kesal.

Sementara, Sekretaris Badan Kepegawaian (BKPPD) Kota Bekasi Dwi Andyarini mengatakan bahwa perbuatan ASN inisial NW selaku ASN jelas tidak dibenarkan.

“Saya baru tahu nih, bahkan sampai punya dua orang anak dari si notaris tersebut, bagaimanapun ini tidak bisa dibenarkan, saya akan segera tindak. Ini sudah gila.” ujarnya menanggapi.

Menurut Dwi, Selain kasus perselingkuhan, NW juga terlibat kasus hutang piutang. “Ini yang lagi kita proses sekarang, dia itu banyak hutangnya, ke sesama ASN ada, ke pihak ketiga juga ada, gaya hidupnya tinggi.” katanya.

Pemerhati Publik, Mangasih SH mengatakan perbuatan NW dapat dikatakan sebagai perbuatan yang merusak hubungan rumah tangga orang lain, dan ini jelas tidak dapat dibenarkan.

“Upaya apapun yang merusak keutuhan rumah tangga orang lain adalah haram hukumnya.” ucapnya.

Lanjutnya, perbuatan NW yang berstatus PNS juga dapat dikenakan sanksi disiplin berat.

Menurut Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 1990 tentang Perkawinan PNS, Pasal 4 ayat (2) dikatakan bahwa “PNS Wanita tidak diizinkan untuk menjadi isteri kedua / ketiga / keempat”. Selanjutnya pada Pasal 14 dikatakan bahwa “PNS dilarang hidup bersama dengan wanita / pria yang bukan isteri / suaminya tanpa ikatan perkawinan yang sah.”

Lalu, berdasarkan Pasal 15 ayat 2, PNS yang melanggar Pasal 4 ayat (2) dan Pasal 14 dijatuhi hukuman disiplin berat. “Saya harap BKPPD cepat merespon dan segera menindak.” tegasnya. (simson).

Pos terkait