Tekan Efisiensi Anggaran, Pemkot Bekasi Pangkas 40 Persen Tunjangan ASN

  • Whatsapp

Bekasi – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memangkas tunjangan pegawai hingga 40 persen. Hal ini dilakukan untuk mengurangi beban anggaran daerah yang berpotensi mengalami defisit. Hasil pemangkasan ini, keuangan daerah bisa lebih hemat hingga Rp 67 miliar.

“Pemerintah kan lagi dianggap tidak bisa memperoleh penghasilan maksimal,” kata Rahmat di Bekasi, usai membuka MTQ di Jati Asih Selasa, (25/9/2018).

Penghasilan tak maksimal ini, kata dia, disebabkan selama delapan bulan terakhir selepas dirinya cuti Pilkada, kinerja pemerintahan tak maksimal.

Rahmat, mengaku sedang mengurangi potensi defisit sampai Rp 900 miliar menjadi Rp 300 miliar di tiga bulan terakhir.

“Sepanjang sejarah Kota Bekasi, pendapatan daerah tak pernah tidak mencapai target. Bahkan lebih 10 persen,” ujar dia.

Selain mengejar pendapatan hingga Rp 2,4 triliun, efisiensi belanja juga ditekan. Salah satunya memangkas tunjangan pegawai hingga 40 persen. Termasuk tunjangan saya dan Wakil. Berdasarkan catatan bagian keuangan, nilai tunjangan pejabat di Kota Bekasi mencapai puluhan juta rupiah.

“Misalnya, sekelas Sekretaris Daerah menerima Rp 75 juta setiap bulan, lalu asisten daerah, kepala dinas Rp 43 juta, pejabat paling bawah setingkat luar menerima Rp 17,5 juta.

Pemangkasan ini, kata Rahmat, bisa menghemat keuangan daerah hingga Rp 67 miliar.

Meski demikian, Rahmat menolak tegas jika APBD Kota Bekasi disebut mengalami defisit. menurutnya, defisitnya APBD merupakan hasil kesepakatan antara Pemerintah Kota dan DPRD Kota Bekasi.

“Jadi lebih pas menggunakan istilah turbelensi. Karena belum ada APBD defisit. APBD sekarang ini, seandainya dibilang ada penundaan, karena delapan bulan kemarin temen-temen gagal memenuhi potensi pendapatan yang ada. Jadi di akhir tahun nanti, kalau ada kurang, itu karena kinerja,” ujar Rahmat Effendi sembari menyebut sudah membuat surat pernyataan, nanti diikuti semua pejabat.

READ  Wagub Jabar Safari Ramadhan di Kota Bekasi Sekaligus Santuni Yatim Dan Dhuafa

“Semua harus rela. Jadi kalau seluruh PNS di Indonesia ini mau dipotong untuk bayar hutang negara, selesai itu. Nah di Kota Bekasi sudah dicontoh,” pungkasnya. (norton).

Advertisement

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.