Pegadaian Ajak Masyarakat Membuat Sampah jadi Emas 

  • Whatsapp

Bekasi – PT Pegadaian (Persero) meresmikan Bank Sampah dan Taman Desa Lingkungan Berseri, di Desa Setia Asih, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Kegiatan bertema “The Gade Clean & Gold” ini, ditujukan untuk mengubah sampah rumah tangga menjadi tabungan emas.

Direktur Utama Pegadaian, Sunarso, berharap dengan adanya bank sampah tersebut dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan hidup masyarakat setempat. Pasalnya, sampah rumah tangga dapat dijual dan hasil penjualannya bisa disimpan dalam bentuk tabungan emas Pegadaian.

“Moto kita, sampah harus bisa menjadi emas. Jadi selain dapat menjaga lingkungan, sampah juga dapat bernilai dan menjadi sumber pendapatan tambahan, jika dikelola secara baik,” kata Sunarso dalam sambutannya, Kamis (2/8/2018).

Ia menambahkan, bahwa kegiatan bank sampah ini merupakan salah satu perwujudan dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Karena itu, Pegadaian, akan terus mencanangkan program Pegadaian Bersih-bersih. Yakni, Program Bersih Lingkungan, Bersih Administrasi dan Bersih Hati, sebagai bentuk kepedulian sosial Pegadaian kepada masyarakat.

“Program 3 bersih-bersih tersebut, sesuai program yang dicanangkan pemerintah. Bahwa kita hadir dari masyarakat, oleh dan untuk masyarakat juga,” jelasnya.

Dengan kegiatan itu, sambung Sunarso, pihaknya berharap masyarakat dapat lebih tertarik terhadap produk-produk Pegadaian dan menjadi nasabah loyal Pegadaian. Apalagi, pihaknya telah berhasil mendirikan sedikitnya 12 bank sampah serupa di seluruh Indonesia.

“Kita terus bekerjasama dengan semua pihak untuk mendorong olahan sampah dari rumah tangga yang ditampung Bank Sampah, bukan hanya dijadikan simpanan uang. Tapi bisa ditukarkan menjadi pundi gram emas. Bukankah ini memiliki nilai lebih bahkan dapat diinvestasikan dalam jangka waktu lama,” harapnya.

Sementara itu, Hari Santoso, Kordinator Bank Sampah Desa Setia Asih menjelaskan, respons masyarakat terhadap pembentukan bank sampah telah berjalan antusias. Bahkan, ia menyebut saat ini masyarakat sudah aktif membentuk kelompok yang bergerak di bidang pengelolaan sampah, baik untuk pembentukan posko bank sampah di setiap RW, hingga kegiatan pemilahan sampah.

READ  Wali Kota Bekasi Disematkan Jadi Bapak Driver Online Se-Nusantara

“Setiap harinya, kita berhasil mengumpulkan 3 kwintal sampah dari 15 pul pengepul di sejumlah desa. Warga yang datang ke sini, dapat membukukan sampahnya, yang nantinya bisa ditabung ke tabungan emas pegadaian. Dengan konversi, 0,01 gram, seharga Rp, 5.800,” jelasnya. (ren)

Advertisement

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.