Target Rp 2,4 Triliun, Bapenda Kota Bekasi Genjot Pendapatan Pajak.

  • Whatsapp

foto. Aan Suhanda

Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi sedang mengoptimalkan pajak daerah yang menjadi target pendapatan asli (PAD) daerah di tahun 2018.

“Kota Bekasi ini butuh pajak, untuk saat ini PAD besar itu dari restoran yakni sebesar 4,99 persen,”,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kota Bekasi, Aan Suhanda lewat Kabid PAD, Mamat Rahcmat pada Selasa, (3/7/2018).

Dikatakan Aan Suhanda, pihaknya pada tahun 2018 ini telah menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi sebanyak Rp 2.431 Triliun rupiah.

Jika dilihat dari tahun-tahun sebelumnya, target PAD Kota Bekasi cenderung terus mengalami kenaikan, dan tahun ini mengalami kenaikan sebesar 15%. Kenaikan target tersebut sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bekasi yang juga mengalami kenaikan sebesar 15%.

Dari total jumlah target yang disebutkan diatas, pihaknya telah mampu menagih PAD sebesar 45, 35 persendari 12 Kecamatan yang ada di wilayah Kota Bekasi. Adapun sumber PAD tersebut diterima dari sembilan objek yang diantaranya ada Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Parkiran, Restoran, dan yang lainnya.

Restoran merupakan penyumpang terbesar dalam PAD Kota Bekasi tahun 2018 ini. Ini artinya bahwa gaya hidup sebagian warga Kota Bekasi sedang memasuki tahap hidup yang modern karena sudah banyak yang lebih memilih mengonsumsi makanan cepat saji daripada diproduksi sendiri.

Melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan Bappenda Kota Bekasi, Mamat Rachmat, Aan Suhanda mengatakan, PAD yang disumbangkan oleh warga Kota Bekasi ini akan menentukan rencana pembangunan Kota Bekasi kedepannya, sehingga semua individu yang memiliki kewajiban akan hal tersebut agar segera membayarkannya.

“Alhamdulilah ya, hingga saat ini hampir separuh dari target PAD itu telah mampu kami terima. Dan kami juga optimis untuk dapat mengumpulkan target (PAD) ini sebelum akhir tahun”, kata Aan Suhanda.

Guna memaksimalkan hal tersebut, Aan mengakui bahwa pihaknya bersama stakeholder terkait selalu melakukan evaluasi setiap bulannya. “Proses penagihan PAD ini juga terus kita evaluasi. Setiap minggu petugas di Kecamatan kami wajibkan untuk memberikan laporannya kepada kami, sedangkan hari minggunya langsung kami evaluasi,” kata Aan.

Meski begitu, hingga saat ini, kata Aan, pihaknya belum menemukan kendala dalam hal mengumpulkan target tersebut. Sehingga hal ini pulalah yang membuatnya optimis untuk dapat mencapai target PAD ini.

“Warga Kota Bekasi ini sudah cerdas, saya yakin dengan melihat perkembangan Kota Bekasi saat ini, mereka pasti mau membayarkan kewajiban mereka yang meliputi pajak PBB dan kendaraan. Apalagikan Kota Bekasi ini terus mengalami perkembangan”, kata dia (norton)..

Pos terkait