Penyerapan Tenaga Kerja di Kota Bekasi Meningkat 14 Persen

  • Whatsapp

Bekasi – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) mencatat penyerapan tenaga kerja sepanjang periode Maret 2013 hingga tahun 2018 meningkat sekitar 14 persen

Target itu sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bekasi, angka penyerapan tenaga kerja hanya 50 ribu orang, tapi prakteknya bisa meningkat menjadi 76 ribu orang.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Bekasi  M Kosim, penyerapan tenaga kerja tersebut diprediksi bakal terus meningkat.  Dia mengakui, jumlah tenaga kerja yang sudah terserap hingga saat ini masih didominasi pekerja lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK).

“Angka penyerapan tenaga kerja di Kota Bekasi saat ini mencapai di angka 76 ribu orang dan didominasi lulusan SMK, namun diprediksi angka itu akan terus bertambah,” kata Kosim kepada Koran Bekasi, Kamis (25/5/2018).

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pencari kerja pada wilayah yang berbatasan dengan Jakarta itu tercatat  sebanyak 120 orang. Angka pekerja tersebut, kata Kosim,  berdasarkan data dari 1. 200 perusahaan nasional di wilayah Bekasi, termasuk yang terserap di sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kami juga mencocokan data tersebut dengan jumlah pembuatan kartu kuning (syarat mencari kerja) yang kita keluarkan setiap tahunnya,” katanya.

Kosim mengatakaan, tren pemohon kartu kuning biasanya melonjak setiap bulan Juni bertepatan dengan berakhirnya masa penerimaan mahasiswa baru di sejumlah perguruan tinggi.  “Ramainya pada Juni setiap tahun atau saat pendaftaran perguruan tinggi sedang tutup,” ujar Kosim

Kosim juga mengatakan, pihaknya memberikan pelatihan soft skill kepada para pencari kerja. “Setiap bulan Juni, kantor Disnaker selalu dipadati para pencari kerja. Kebanyakan mereka jika tidak diterima perguruan tinggi, langsung bekerja. Untuk itu kita juga berikan soft skill dari Bursa Kerja Khusus (BKK) supaya mereka paham etika dan tata irama dalam wawancara dan bekerja,” jelasnya.

READ  Internasional Franchise And Business Concept & Conferenxe 2018

Disnaker Kota Bekasi juga mendapatkan ISO 9001 : 2008 selama 3 (tiga) tahun berturut-turut sejak 2015 – 2017. Menurut Kosim, tahun 2015 dan 2016 Disnaker Kota Bekasi mendapatkan ISO pelayanan Kartu Antar Kerja1. Sedangkan tahun 2017 mendapatkan ISO  menambah penempatan tenaga kerja.

“Disnaker Kota Bekasi memenuhi beberapa syarat ISO ISO 9001 : 2008 seperti, ruangan 6x8m, mengadakan indeks kepuasan masyarakat minimal 7 hari kerja dalam 1 bulan, terjaganya kebersihan. Lahan parkir dan ruang tunggu yang memadai,  nyaman, serta ada proses wawancara dengan para pencari kerja,” kata Kosim.

Untuk tahun ini, kata dia, pihaknya sedang menargetkan untuk mendapatkan ISO 9001 : 2015 dengan meningkatkan pelayanan yang lebih prima bagi para pencari kerja dan bebas pungli. (ADV)

Advertisement

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.