Wujudkan TKK yang Profesional, BKPPD Adakan Kegiatan Pembinaan.

  • Whatsapp

BEKASI, teropongindonesia.com – Meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan menjadi ‘goal’ yang dicapai oleh Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Bekasi terhadap seluruh aparatur. Konsep tersebut juga diberlakukan terhadap seluruh Tenaga Kontrak Kerja (TKK) yang ada dilingkungan pemerintah Kota Bekasi tanpa terkecuali, dan untuk merealisasikan target tersebut BKPPD melakukan pembinaan terhadap TKK yang dilakukan secara parsial dengan didampingi pengelola kepegawaian masing-masing perangkat daerah.

Kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan di Aula H Nonon Sonthanie pada tanggal 23 Maret 2018 yang dibagi menjadi dua sesi yaitu pukul 07:30 WIB – 11:30 WIB sesi pertama, pukul 11:30 WIB – 17:00 WIB sesi kedua. Khusus untuk TKK di lingkungan Dinas Perhubungan dilaksanakan pada hari Sabtu,
dan bagi perangkat daerah yang belum akan dilakukan pada hari Jumat pada minggu berikutnya. Hadir Kepala BKPPD Dr. Hj. Reny Hendrawati M.M sebagai Narasumber.

Bacaan Lainnya

Dalam paparannya, Dr. Reny menitikberatkan pembinaan terhadap tiga unsur utama dari penilaian kinerja yaitu disiplin, produktivitas, dan sikap kerja seperti tertuang pada Peraturan Walikota Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pedoman Penilaian Kinerja di Lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, dimana tiga poin tersebut menjadi aspek penilaian dan indikator serta ukuran keberhasilan dari TKK.

“Untuk disiplin kerja degan indikator perilaku diantaranya mengikuti apel pagi, menggunakan atribut pakaian dinas, tingkat kehadiran kerja, serta jam masuk dan pulang kerja harus sesuai aturan yang berlaku. Sedangkan sikap kerja dengan indikator perilaku meliputi integritas, loyalitas, kerjasama, inisiatif, tanggung jawab, dan orientasi dalam pelayanan.” ucapnya

Kegiatan Pembinaan TKK yang dipimpin oleh Kepala BKPPD, Dr. Hj. Reny Hendrawati M.M

Selain itu, Reny menegaskan untuk produktivitas dalam menjalankan pekerjaan harus sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), memiliki uraian tugas, pencapaian target kerja mingguan, jumlah penyelesaian pekerjaan triwulan, jumlah penyelesaian pekerjaan tepat waktu dan laporan bulanan per triwulan.

Dalam kegiatan, para peserta juga dijelaskan tentang Peraturan Walikota Nomor 42 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pembinaan TKK di Lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, didalamnya mencakup penghasilan, pakaian dinas, kewajiban, larangan, hak, izin dan cuti, hukuman disiplin sampai kepada pemberhentian kerja terhadap TKK.

Adapun pemberhentian dapat dilakukan apabila disebabkan permintaan sendiri, meninggal dunia, tidak cakap dalam menjalankan tugas, dijatuhi hukuman disiplin, mencemarkan nama baik pemerintah daerah, telah mencapai batas usia 58 tahun, dan kondisi keuangan daerah.

“Untuk pemberhentian yang disebabkan hukuman disiplin adalah apabila TKK tidak mengikuti apel pagi tanpa keterangan yang sah dihitung secara kumulatif 16 kali, atau tidak melaksanakan tugas tanpa keterangan yang sah dihitung secara kumulatif 12 kali, salah satu dari itu maka dapat dijatuhi hukuman disiplin yaitu pemberhentian secara sepihak oleh Pemerintah Kota Bekasi.” katanya

Tidak cukup sampai disitu, TKK juga dibekali dengan wawasan kebangsaan yang disampaikan oleh kepala BKPPD, mulai dari atribut negara dengan undang-undangnya hingga terbentuknya Kota Bekasi, mencakup sejarah Kota Bekasi dan para walikotanya, dari kota administratif hingga kepemimpinan Dr. Rahmat Effendi dan Ahmad Syaikhu.

Terakhir, Dr. Reny juga memberikan pertanyaan kepada TKK terkait kondisi eksisting Kota Bekasi seperti luas wilayah hingga jumlah penduduk, sedangkan dari sisi pemerintahan para peserta ditanya tentang jumlah kecamatan, nama kelurahan, dan nama perangkat daerah. Dan terbukti masih banyak yang belum memahami, oleh karena itu diharapkan dengan adanya proses pembinaan yang dilakukan BKPPD dapat membekali wawasan dan pengetahuan para TKK agar membentuk TKK yang professional dan berorientasi pada pelayanan yang prima terhadap masyarakat. (ADV)

Pos terkait