‘SYAHDA PUSAKA’ Poppy Dharsono 40 Tahun Perjalanan Karya Melalui Batik, Lurik Dan Tenun

Jakarta – TEROPONG INDONESIA – Poppy Dharsono, Fashion Connoisseur tanah air, seIaIu menunjukkan kecintaannya terhadap keindahan Nusantara pada setiap rancangannya. Merupakan tanggung jawabnya sebagai perancang busana modern untuk mengabadikan budaya yang telah diwariskan melalui karyanya, mengerti akan kebutuhan pasar dan memiliki ciri khas yang tidak akan hilang dan akan terus dikenang.

Merayakan empat puluh tahun perjalanannya berkarya, mengusung tema Syahda Pusaka yang mengangkat kecantikan klasik yang mulia, warisan leluhur nenek moyang Bangsa Indonesia yang sakti dan tak akan Iekang oleh waktu, Poppy Dharsono meyakini bahwa mode tentang seni dan jati diri.

Poppy Dharsono termasuk designer pertama tanah air yang mengembangkan busana siap pakai (ready to wear) dan wujud kebanggaannya terhadap Indonesia adalah melalui dedikasi total, bekerja dengan hati dan ketekunan yang sungguh-sungguh mengolah materi orisinal Nusantara menjadi satu karya yang dapat digunakan oleh kebanyakan orang modern di seluruh dunia karena kepraktisannya dengan tidak memisahkan kain batik dari akarnya. Keindahan selembar kain batik tidak dapat dirusak karena alasan pemotongan, sehingga meskipun rumit harus tetap terjaga keutuhan motifnya.

Kesederhanaan lurik yang sarat filosofis daIam perjalanan panjang kebajikan melalui proses panjang yang harus ditempuh sampai melahirkan satu kain indah, muIai dari pewarnaan, pemintalan, penyekiran, penyucutaan sampai pembuatan motif, dilalui dengan ketelatenan.

Sehelai kain yang penuh motif dekoratif indah, komposisi harmonis dan bentuk-bentuk ragam hiasnya sarat akan makna, menjadikan tenun menarik dengan karakteristik masing-masing yang membawa ciri khas dari masing-masing daerah. Berwarna gemerlap, semarak ataupun warna gelap, untuk menjadi pengingat akan identitas kultural bangsa Indonesia.

99 rancangan dipersembahkan dengan elok dalam perayaan wujud syukur 40 tahun berkarya di atas panggung daIam acara puncak Indonesia Fashion Week 2018, pada 1 April 3018, rangkaian intrepretasi budaya adiluhung Indonesia daIam konsep modern dan kekinian, secara berurutan adalah:

Busana sepasang pengantin Sunda dan sepuluh pengiringnya, duabelas koleksl warna-warni Colorful dari bordir Bima dan sulam usus Duabelas koleksl tenun Sumba, Lombok dan Bali.

Duabelas koleksi Batik Sutera, bulu merah, dan Batik Tulis Dua belas koleksi laki-laki dari Songket Sumba, Lombok, Dell dan Bali.

Duabelas koleksi Songket Tapis, Palembang, Deli Dua belas koleksi Gala Batik Prada.

Dltutup dengan koleksi sepasang Pengantin modern dengan tiga belas pengiringnya.

Dengan perbedaan yang justru menjadi wama warni harmonisasi dalam persatuan berbhineka tunggal
Ika, rancangan Poppy Dharsono selalu ingin membawa keindahan klasik diupayakan oleh usaha kerakyatan ke panggung dunia yang fashionable dan modern.(Evelyne)

Pos terkait