Polres Metro Bekasi Kota Bekuk 5 Pelaku Perampasan Sepeda Motor. 3 Diantaranya DPO

BEKASI, TEROPONG INDONESIA.com-Polres Metro Bekasi Kota mengamankan 5 orang pelaku pencurian dan pemerasan sepeda motor. Kelima tersangka yang diamankan ini diantaranya, AK (23), FM (22), TF (17), JK (25) dan DW (23), sedangkan tiga lainnya, berinisial AD, DR dan YT berhasil melarikan diri dan sudah masuk kedalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Jadi mereka ini melakukan tindak kejahatan pencurian dan perampasan (Curas) dengan modus baru. Mereka kadang berpura-pura menjadi tukang ojek online (ojol) kemudian ada lagi berpura-pura pasangan yang sedang pacaran”, kata Kapolrestro Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Indarto, saat menggelar jumpa Pers, Senin (9/4/2018).

“Mereka (modus ojol) berkeliling mencari target kepemukiman penduduk. Sedangkan modus yang berpura-pura pacaran, mereka akan berpura-pura kesebuah rumah yang menjadi target (didepan rumahnya ada motor) apabila mereka mengetuk-ngetuk dan tidak dijawab yang punya rumah, maka mereka akan segera melakukan aksinya”, tambah Indarto.

Adapun kronologis penangkapan kelima tersangka ini, kata Indarto berdasarkan informasi dari masyarakat yang menyatakan bahwa ada sekitar 8 orang laki-laki dan juga ada perempuan yang tinggal didalam dua rumah kontrakan di Wilayah Perumnas 3, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, yang sering gonta-ganti kendaraan, disekitar kontrakan tersebut juga ditemukan banyak plat nomor kendaraan.

“Atas informasi tersebut, ujit Jatanras dan Sat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota melakukan penyelidikan dan pada tanggal 7 April 2018 sekitar Pukul 10:00 WIB Polisipun melakukan penangkapan dan melakukan interogasi”, terang Polisi nolor satu di Kota Bekasi ini.

Dari penangkapan ini, Polisi mengamankan satu paket kunci leter T, lima plat nomor, tiga unit sepeda motor, sebuah helm grab, satu helai jaket grab, sebilah golok, sebilah pisau dapur dan sepucuk senjata api mainan.

“Berdasarkan keterangan saksi dan pelaku, terhadap perbuatan pelaku dapat dikenakan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 7 (tujuh) tahun penjara”, pungkas Indarto (norton)

 

Pos terkait