Direktur CBA Minta Pemkot Bekasi Batalkan Tiga Proyek Senilai Rp2.1 Miliar

BEKASI, TEROPONG INDONESIA.com – Direktur Center For Budget Analysis (CBA) mengangkat 3 lelang yang sedang dilaksanakan oleh kelompok kerja Barang dan Jasa bagian Fasilitas pengadaan Barang & Jasa Sekretariat Daerah kota Bekasi  tahun anggaran 2018.

“Ketiga lelang itu bersumber bantuan DKI Jakarta tahun anggaran 2017/ 2018 sedangkan satu lelang lagi bersumber dari APBD Kota Bekasi.” Kata Direktur CBA, Ucok Sky Khadafi pada Senin,  (9/4/2018)

Dijelaskannya, untuk proyek pembangunan Flyover Cipendawa TA 2017/2018 sebesar Rp 750.000.00 yang pendanaanya bersumber dari bantuan Pemprov DKI Jakarta dan untuk pembangunan flyover Rawapanjang sebesar Rp750.000.00.

Sedangkan untuk lanjutan pembangunan jembatan diatas tol Caman pendanaannya bersumber dari APBD kota Bekasi tahun anggaran 2018.”Ketiga proyek diatas, saat ini sedang proses lelang dengan total anggaran sebesar Rp.2.175.000.000.” jelasnya

Dari pantauan CBA, ada dugaan ketiga proyek tersebut, lelangnya tidak normal dan diduga sudah diatur dengan dbuktikan ada indikasi dalam persyaratan kualifikasi untuk memenangkan perusahaan tertentu.

Pihak pemda Kota Bekasi sudah “mengunci” dalam persyaratan agar perusahaan tertentu memenangkan lelang. Dan kuncian tersebut adalah sebagai berikut, Bagi perusahaan yang tidak menyampaikan pengalaman pengadaan dan pemasangan gelagar pracetak panjang minimal 40 – 50 m selama kurun waktu 10 tahun terakhir, maka dinyatakan gugur sebut Ucok menambahkan

“Jadi sudah jelas, persyaratan diatas merupakan sebuah kuncian untuk menenangkan perusahaan tertentu. karena jarang perusahaan punya pengalaman spesifik untuk pemasangan gelagar pracetak panjang minimal 40 – 50 m selama kurun waktu 10 tahun terakhir” lanjut Ucok

Ini artinya, ada perusahaan yang ikut lelang dalam tiga proyek tersebut, sudah punya pengalaman spesefik seperti itu, dan sedang ikut dalam proses lelang tersebut. Hal ini sebetulnya sudah diduga bahwa tiga proyek tersebut, sudah ada  perusahaan pemenang lelangnya sebelum lelang diumumkan.

Maka itu, pihaknya meminta Pemkot Bekasi atau Sekretaris Daerah untuk membatalkan ketiga lelang tersebut, dan juga menghapus persyaratan tersebut, serta dilakukan lelang ulang.”Kalau, tidak ada pembatalan, kami akan melaporkan ke KPK.” ancam Ucok

Ucok juga meminta DPRD DKI Jakarta untuk mengawasi bantuan keuangaan Pemda DKI Jakarta terhadap pemda Kota Bekasi agar bantuan keuangaan dalam bentuk proyek proyek

“Jadi menurut saya, lelang flyover Rawapanjang dan Cimpedawa agar segera dibatalkan sebab lelang itu diduga kuat sudah diatur,” tutupnya (norton)

 

Pos terkait