Ini Dampak Pengakusisian Aplikasi Uber di Kota Bekasi

BEKASI, TEROPONG INDONESIA.com РPengakusisian Aplikasi Uber oleh Grab di Kawasan Asia Tenggara menjadi perbincangan hangat disebagian kalangan masyarakat Indonesia saat ini. Tentunya hal ini tidak terlepas dari letak geografis Indonesia yang juga berada di Benua Asia bagian Timur. Apalagi Aplikasi ini juga turut meramaikan jalanan Indonesia bersama Go-jek dan Grab.

Pasca diakusisi kepastian kesepakatan kedua perusahaan transportasi online ini diumumkan pada Senin (26/3/2018). Uber akan memiliki 27,5 persen saham di Grab dan Dara Khosrowshahi selaku CEO Uber akan bergabung dengan dewan direksi Grab.

Ternyata pengakusisian Uber oleh Grab berdampak banyak bagi ratusan driver ojek Uber di Kota Bekasi begitu juga dengan masyarakat yang menjadi konsumennya.

Dari pantauan Teropong Indonesia.com, pasca diakusisi, ratusan driver Uber berbondong-bondong untuk mendaftarkan diri mereka ke Kantor Go-Jek di Ruko Emeral Summarecon Bekasi, Jakarta Utara.

Tahjudin (34), misalnya, driver yang sudah 2 tahun menggunakan Aplikasi Uber ini justru merasa diuntungkan dengan pengakusisian Uber oleh Grab di Indonesia.

“Kalau dibilang rugi, sebenarnya ngga (rugi), tapi justru saya sendiri merasa untung, karena dengan begini, kita jadi punya pilihan”, ucap Tahjudin, di Summarecon Bekasi, Sabtu (31/3/2018).

Berbeda dengan yang disampaikan oleh Antoni (32), yang menurutnya Uber tidak memberikan kepastian dalam pengakusisian ini. Menurutnya, syarat pengakusisian oleh Grab kepada driver Uber terlalu rumit, sehingga mengakibatkan kerugian waktu kepada mereka.

“Seharusnyakan kalau sudah kerjasama, aturannya ngga perlu ribet-ribetlah. Tapi kenyataannya, kerjasama yang dilakukan oleh Uber dengan Grab terlalu berkelit, sehingga kami merasa kehilangan induk, karena aturan yang diberikan oleh Grab terlalu berkelit”, kata Antonio.

Disinggung mengenai alasan mereka lebih memilih pindah ke Go-jek daripada Grab, kata Antonio, karena syarat yang diberikan oleh Go-jek lebih sederhana jika dibandingkan dengan yang diberikan oleh Grab.

Sebagai informasi, dalam keterangan resminya, Grab dan Uber menjanjikan akan bekerja sama untuk proses pemindahan mitra pengemudi, penumpang, pelanggan, rekanan pengantaran, hingga merchant yang ada di aplikasi Uber ke aplikasi Grab.

Aplikasi Uber sendiri masih akan beroperasi hingga dua pekan ke depan. Aplikasi dan layanan Uber masih bisa digunakan hingga 8 April 2018.

Uber yang hadir di Indonesia sejak tahun 2014 ini memberikan layanan transportasi online, yaitu ojek uber motor dan empat jenis layanan mobil, uberPool, UberX, UberXL, dan Uber Black. Semua layanan ini akan dilebur dan disesuaikan dengan layanan di aplikasi Grab.

Selain transportasi online, Grab juga akan mengambil alih bisnis pengantaran makanan Uber Eats. Uber Eats sendiri belum hadir di Indonesia, layanan pesan antar makanan baru beroperasi di Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Ke depannya, layanan tersebut akan dileburkan dengan Grab Food yang sudah hadir di dua negara di Asia Tenggara, Indonesia dan Thailand.

Meleburnya bisnis Uber dengan Grab ini membuat persaingan pasar transportasi online semakin ketat khususnya di Indonesia. Go-Jek yang menguasai pasar di tanah air akan mendapat pesaing baru tapi lama, Grab, yang semakin kuat dan layanannya semakin lengkap. (triadi)

 

Pos terkait